Friday, January 29, 2010

[Misalnya] Beli Mobil


Di suatu pagi yang cerah sepasang suami istri berangkat kerja dengan menggunakan motor. Ketika sampai di lampu merah tugu tani, si istri selalu mengamati kendaraan2 disekelilingnya, sama seperti pagi2 sebelumnya. Melihat banyaknya mobil2 bagus yang berkeliaran dan jenisnya cuma itu2 saja, si istri iseng tanya ke suaminya, dengan harapan akan mendapat jawaban yang bisa memuaskannya.
  • Istri : Ayah, kalo misal punya uang untuk beli mobil, ayah mo beli mobil apa?
  • Suami : BIS
  • Istri : kok bis siihhhh (agak jengkel karena tidak mendapat jawaban seperti yang diharapkan)
  • Suami : Iya, biar bisa muat banyak
  • Istri : &^%$%$%#$#$#$%^ (*emangnya mo ngangkut orang sekampung ??? huuuhh)

  • Istri : Yah, CRV harganya berapa?
  • Suami : 300'an, sekennya masih 200'an
  • Istri : Kalo Innova?
  • Suami : 200'an
  • Istri : kok mahal2 yha??
  • Istri : yang murah tapi bagus apa Yah ?
  • Suami : Bajay
  • Istri : kok bajayyyyy siiihhhhhhhh ^&%$%$#$#$@#$@#, kan mobilllllllll
  • Suami : lhaaa...bajay kan mobil juga, sekarang kan bajay bagus2, pake BBG
  • Istri : &*^&^%^%$%$%$@#@

  • Suami : kayak yang punya duit aja tanya harga mobil
  • Istri : kan gak ada salahnya bermimpi (*mengamalkan ajaran di novel & film sang pemimpi)
  • Suami : sekarang sudah pagi, bangun dek bangun....
  • Istri : ^&%$%$#$#$@#$@#

_D Building 2nd floor, DM , 29012010_

Wednesday, January 13, 2010

LULUS


Pada tanggal 11 Januari 2010, Jam 11, di Kampus Pusat, Ruang A, saya menjalani sidang pendadaran skripsi. Setelah kurang lebih 1 jam 45 menit, nilainya keluar. Penguji 1 membacakan hasilnya "Viving Linda D. A. Anda dinyatakan LULUS dengan nilai 83 atau B. Wahhh sayang sekali yha, kurang 2 poin lagi Anda sudah dapat A, tapi gakpapa, ini sudah bagus. Selamat yha". Ploooooonnnnnnggggggggg........Alhamdulillahhhh. Hanya itu yang bisa saya rasakan. saya bahagia sekali, rasanya beban yang berton2 yang selama ini ada di pundak saya, hilang seketika, rasanya saya ingin segera berbagi kebahagiaan dengan suami saya yang dengan sabarnya nungguin saya di luar ruangan.

Banyak ucapan selamat mengalir melalui sms, fb, dan telpon. Selain mengucap selamat, teman-teman juga banyak yang menanyakan nilai. Hmmm...iyha nilai. Nilai itu dulunya sangat penting bagi saya. Dulu sih begitu, sekarang setelah berkeluarga orientasi saya mulai menurun, saya setuju dengan apa yang dikatakan Dosen Pembimbing saya, "Kalau sudah keluar dari ruang sidang, tidak usah mempedulikan nilai, nilai itu tergantung mood penguji, yang penting kalian semua itu bisa lulus di sidang pertama."

Sepertinya banyak yang menyayangkan kenapa saya dapat nilai B, meskipun itu hanya tersirat. Menurut saya itu sudah rejeki, kalo saya disuruh edit program 2 kali, yang pertama running dan yang kedua error, itu juga rejeki saya kalau ketahuan bahwa saya lemah di pemograman, soalnya teman saya malah hanya dicecer masalah penulisan, ada yang dicecer masalah ERD aja, ada yang cuman diajak cerita-cerita. itu sudah faktor lain, itu yang namanya faktor N, Nasib. Keberuntungan. Kalopun misal saya dapat A nilai ipk saya menjadi 3,88, berhubung saya dapat B maka nilai ipk saya menjadi 3,82, tidak signifikan, tetep aja ipk saya 3,8. ah sudahlah, banyak pembelaan yang akan saya lontarkan, agar saya tetap merasa beruntung dan selalu bersyukur dengan apa yang saya dapatkan.

Saya setuju dengan salah satu Blogger idola saya, ketika saya membandingkan dengan teman saya yang sudah S2 sedangkan saya baru lulus S1. Menurut beliau, ini bukan masalah nilai A,B,C,D atau E , juga bukan masalah gelar S1, S2, S3, atau S4 (*emang ada yha S4 ?? :D) ini hanya masalah LULUS, itu saja :)


So?? Wisuda mau pake kebaya yg mana ???


_D Building 2nd floor, DM , 13012010_