Monday, August 10, 2009

Cerita Melahirkan

Menurut perhitungan dan hasil USG, harusnya hari ini Dinda lahir. Tapi Allah berkehendak lain, Dia ingin aku menimang Dinda lebih cepat, jadi Dinda lahir pada usia kehamilanku yg ke-38 minggu, 2 minggu sebelum HPL.

Hari Minggu tgl 26 Juli 09, aku, suami dan ibu mertua jalan2 ke pasar kaget di Kwitang. Pas lagi milih2 jilbab, tiba2 perutku berasa mulesss bgt, sakitt bgt, sampe keringatku segede jagung. Deggg... jangan2 hari ini, itu yg ada dipikiranku. Karena gak kuat, aku minta pulang. Aku catet waktu tiap mules datang/kontraksi, masih gak beraturan, kontraksi datang jam 9:25,9:35,9:40,10:05. Braxton hicks mungkin ato kontraksi palsu. Ibu mertuaku bilang "gak suwe nduk, koyoke wes cedhak"/"gak lama Nak, kayaknya udah dekat". Hari minggu berlalu tanpa ada tanda2 mo lahiran.

Hari Senin tgl 27 Juli 09, seperti biasa selama cuti ini tiap pagi pasti jalan ke pasar, pdhl banyak jg tukang sayur yang lewat depan rumah. Jalan tiap pagi dan senam hamil rajin aku lakukan demi untuk bisa melahirkan secara normal. Sarapan dan makan siang seperti biasa. Jam 15'an aku berasa perutku mules, ternyata aku diare, dan dalam waktu 1 jam aku dah 3 kali ke belakang. Menjelang jam 17'an aku berasa masuk angin, mual2 pengen muntah. Dibikinin teh anget ama mertua, kemudian di kerokin dan dipijitin. Bukannya malah baikan, perutku malah semakin mual dan akhirnya muntah banyak banget di dalem rumah + di belakang. Karena aku gak mau kejadian rawat inap bulan Mei 09 terulang lagi, maka aku banyakin minum biar gak dehidrasi. Tetapi setelah minum air putih banyak, air itu keluar lagi/muntah, begitu terus kejadian itu berulang sampek 4 kali, sama persis waktu Mei 09 itu.

Perutku kosong, aku lemes, nunggu suami pulang kantor. Sekitar jam 20:30 aku dan suami menuju RSIA Tambak, rencana mo periksa dan aku dah ada feeling bakal diopname kayak bulan Mei itu. Karena Dokter Kandunganku dr. Oni Khonsa sedang jam praktek dan aku gak bikin janji dulu, maka aku ditangani Bidan untuk sementara di ruang observasi, ditempat tidur yg sama persis waktu rawat inap kmrn. setelah ditensi tekanan darahku melonjak tinggi 140/100 padahal biasanya stabil di 100/70 ato 80.Perutku ditempeli alat rekam jantung bayi, CTG kl gak salah. Detak jantung bayi cepet banget dan dari situ ketahuan kl beberapa kali aku mengalami kontraksi tetapi aku gak berasa. Selama menunggu Dokter, aku ditest darah dan urin.

Jam 23'an aku dibawa masuk ke ruang dokter. Diperiksa dan di USG, kemudian Dokter membaca hasil lab dan laporan dari Bidan. "Viving, kamu ini pre-eklamsia berat, udah pernah baca?" "udah dokter' "Baik, saya akan jelasin lg apa itu pre-eklamsia dan dampaknya pada bayi dan kamu....bla bla bla bla....' panjang lebar dokter Oni menjelaskan ttg Pre-Eklamsia. Intinya Pre-Eklamsia itu :
1. Pembengkakan
2. Protein dalam urin tinggi
3. Hipertensi/tekanan darah tinggi
4. Perubahan pada refleks

"JADI KEHAMILAN KAMU HARUS SEGERA DITERMINATE, demi keselamatan kamu dan bayimu"............Degggggggg................Dhuuuuuuuuarrrrrrrrrrr........ kayak mendengar suara BOM yg di JW Marriot. Aku mikir akan diinduksi ato nunggu sampai besok pagi ato mungkin lusa ato mungkin seminggu lg dst."Jadi gimana Dok?" "saya harus segera ambil tindakan ving, operasi" "kapan Dok?" "kalo besok mah enak, saya masih bisa tidur dulu, istirahat dulu...yha sekarang dong sayangg, secepatnya"

Shock, kaget, nangis, dengan disaksikan 1 bidan 3 suster, suamiku dan Dokter Oni. Dokter Oni berusaha menenangkan aku dengan kata2nya yang menenangkan, tp tetep aja aku shock berat. Rasanya sia2 tiap sabtu aku senam hamil, rasanya sia2 aku jalan tiap pagi selama 1 jam sampek boyok rasane ate copot.Padahal posisi bayi sudah bagus, kepala udah di jalan lahir, lilitan tali pusat juga dah ilang, aku jg dah siap mo melahirkan scr normal, bahkan Rabu tgl 29 Juli itu rencananya mo cek panggul...Semua sia siaaaaaaaaaaa

Jam 23:30 keluar dari ruang dokter aku dibawa ke ruang observasi untuk ganti baju operasi, ditancepin infus ditangan kiri, di suntik test alergi di kulit tangan kanan yg rasanya suakitttt dan panas setengah mati. Tiap mo disuntik/ditancepin jarum aku selalu minta untuk nunggu suami, dan jawaban suster2 itu selalu sama "ini harus cepat bu, sekarang aja yha". Aku sendirian, suami mondar-mandir ngurus administrasi dan bingung jg krn belum pesen immunoglobulin/vaksin hepatitis untuk anakku. Suami nelp temenku Hery (thanks prend), untuk ngambil tas perlengkapanku u/ melahirkan yg udah aku siapkan jauh2 hari dan jemput ibu mertua. Setelah itu aku gak tau suamiku dimana, krn aku digelandang ke ruang operasi dan suami gak boleh nemenin.

Aku disuntik di ruas tulang belakang oleh dokter anestesi, kemudian terlentang tak berdaya, tangan kanan ada lilitan cek tensi otomatis tiap beberapa menit sekali, tangan kiri ada infus. Baju disibakkan ke depanku sebatas dada, lampu terang dan besar ada di atas perutku. Aku merasa kehausan, kesemutan, dan panasssss menjalar disekujur perut ke bawah, aku berasa gak punya kaki, dan aku juga menggigil kedinginan. "Cobak digerakkan kakinya bu" "berat Dokk" "sekarang lg dipasang kateter Bu, tenang aja, gak sakit", emang sih aku berasa tapi aku gak berasa sakit, aku masih sadar. "Dokterrrrrrr........hausssssss.....' "iyha, sabar yha Bu" "dokterrrrrr........ Dinginnnnnnnnn", "iyha bu", aku hanya bisa bicara pada dokter anestesi, sedangkan dokter yang lain sibuk mengoyak2 perutku yang rasanya emang kayak dikoyak2. Kemudian Dokter anestesi membungkus kepala dan telingaku dengan selimut tebal. "Dokterrrrrrr.....haussssssss' "dokterrrrrrr dinginnnnn", hanya itu kata2 yg keluar dr mulutku dan berulang-ulang.

Dokter Oni ada disamping kiri, melongokkan wajahnya dan bilang "udah lahir Ving, cewek, cantik", aku tanya ke dokter anestesi "jam berapa Dok?" "00:20" "Alhamdulillah" "bayinya sedang diselimuti yha bu, nanti abis ini IMD(Inisisasi Menyusui Dini)", tak lama kemudian si bayi mungil itu ditempelin ke dada ku, hanya dengan dibalut selimut dan topi, dia masih berlumuran lendir2, dia merengek2 dan berusaha mencari2. aku hanya bisa menangis dan menangis sambil mengucap hamdalah, setelah ketemu dia hanya menjilat2. Aku menangis terharu dan bahagia, speechless.

Tak lama kemudian aku merasakan panas di perut sebelah kanan,"Dokterrrrr.......panassss.......perut sebelah kanannnnn", dokter anestesi segera menyuntikkan sesuatu diinfusku, setelah itu aku gak ingat apa2, sepertinya tertidur... zzzzzzzzzzz........

Waktu bangun aku liat sekeliling hanya kelambu2 warna putih, dan semua tampak berputar2, aku ngeflyyyyyyyyyy.........kemudian aku gak sadar lagi. Waktu bangun yg kedua kalinya aku baru sadar aku dah gak di ruang operasi, tp aku jg gak tau itu di ruang apa. Tak lama kemudian 2 suster datang, membersihkan bagian bawahku yg mungkin banyak darah. Kemudian aku DIPAKSA miring ke kiri sambil diomel2in ama susternya yg jahat, krn aku bilang gak bisa dan sakit banget...hikss...

Setelah itu aku liat jam, pukul 03:30. Aku didorong menuju kamar perawatan, di depan pintu aku bertemu suami dan ibu mertuaku. Aku liat suamiku masih pake baju batik, baju khasnya di hari senin, aku tau dia gak sempet ganti baju, bahkan mungkin dia belum makan malam,wajahnya menampakkan kelelahan, tapi dia masih bisa tersenyum untukku, i luv u mas.
Setelah itu kejadian2 menyakitkan menunggu, mulai dari berbaring seharian, di hari kedua belajar miring kiri dan kanan yang sakitnya minta ampunn, belajar duduk dan jalan di hari ketiga dan hari ke-4 aku baru boleh pulang. selain itu juga tangan kiriku mengalami pembengkakan akibat infus, jadi infus harus dipindah ke tangan kanan, suntikan antibiotik yang bikin aku menangis saking sakitnya, serta banyak banget obat yg harus aku konsumsi.

Rasanya aku disiksa di kamar 205 lantai 2 RSIA Tambak, rasanya sakiiiiiiitttttttttttttttt....entah berapa kali aku menangis, udah gak keitung. Satu2nya hiburan yaitu ketika bayiku di bawa ke kamar dan mik ASI dari dadaku, rasanya semua sakit itu tiba2 lenyap. i luv u sayang...

Begitulah ceritanya, pesan moral yang dapat diambil yaitu "SELAMA GAK ADA GANGGUAN/HAMBATAN, JANGAN PERNAH MEMINTA UNTUK MELAHIRKAN SECARA CESAR"

Terimakasih atas doa dan dukungan dari teman2 semua, sehingga aku bisa melewati semua ini...Thanks a lot

-Jl.Percetakan Negara 2 Gang Kopra 3 No. 20, Johar Baru-
-Sabtu, 7 Agustus 2009 10:30-

Hallo World!

Halo Om dan Tante...Terimakasih yha sudah mendoakan aku, akhirnya aku lahir juga, menambah sesak dunia ini, khususnya Jakarta.
Perkenalkan namaku Nadindra Eka Faustina, BB lahir 2770 gram, panjang lahir 47 cm. Aku bisa dipanggil Dinda, sebenernya sih Dindra, tapi aku yakin Om dan tante bakal belibet ntar manggilnya, jadi panggil Dinda aja yah.
Kata Ayah dan Ibuku, Nadindra (bhs Sansekerta) artinya sungai yang besar/dalam, Eka (bhs Sansekerta) artinya pertama, Faustina (bhs Latin) artinya keberuntungan. Jadi kalau dirangkai kurang lebih artinya anak pertama yang semoga luas keberuntungannya... maksa dikit gakpapa lah yha.. Sudah dulu yha Om dan Tante, aku mo nenen dulu...


-Jl.Percetakan Negara 2 Gang Kopra 3 No. 20, Johar Baru-
-Sabtu, 7 Agustus 2009 09:00-

Friday, July 17, 2009

Cumil, Mohon Doanya

Hari ini Jumat 17 Juli 2009, hari terakhir saya nguli di Pabrik Panci. Minggu depan saya sudah mulai Cumil/cuti hamil selama 3 bulan. InsyaAllah saya akan nguli lagi tgl 26 Okt 09. Hari terakhir ini disambut dengan adanya 2 bom di 2 hotel di kuningan, jw mariot dan ritz Carlton (entah bom, entah kompor meleduk, masih blm jelas) /*halah ra penting. HPL/Hari Perkiraan Lahir si dedek 7 Agustus 2009 (07-08-09 angka cantik yha :D ) tapi yha bisa maju or mundur.

Jadi saya cuti saat usia kandungan 37 minggu, coz kata bu Dokter bayi bisa lahir antara minggu ke 38-40, soo siap2 ajah, tinggal menghitung hari. Pengennya sih cutinya mepettttt banget ama HPL, biar lama ama dedeknya ntar, tp suami ndak mo ngambil resiko, khawatir kl terjadi apa2, coz pabrik panci ini tempatnya lumayan diujung dunia, jauhh booo' dr kontrakan dan dari RSIA tempat mo lahiran.

Rencana lahiran di RSIA Tambak Manggarai dg dr. Oni Khonsa SPOG. Rencana juga yang mo nungguin saya selama cumil ini ibu mertua, Insyaallah sore ini nyampek Jakarta dengan diantar adik iparku. Jadi pulang nguli ntar sore, mampir Gambir dulu. Kenapa kok gak ditungguin ibu sendiri? hehe you know lah, adik2ku masih kecil2 dan pada masih sekolah, gak bisa ditinggal. ama ibu mertua juga sama aja.

Mohon doanya yha temanss, semoga saya diberi keselamatan, kemudahan dan kelancaran pada saat melahirkan nanti, serta ibu dan dedeknya sehat walafiat, aminnnn....


_D Building 2nd floor, DM , 17072009_

Friday, November 07, 2008

Sendirian? OK aja tuh

Suatu siang di Pabrik panci yang membosankan
x:enakan kamu yha, sendirian kemana2, gak tergantung ama orang lain
y:hehe..emangnya kenapa
x:blablablabla....intinya di sini itu ternyata ada kubu2 gitu, mbok yha yg akur,cewek cuman segelintir ini
y:hehee
x:bla bla bla ... tapi kamu baik kan sama mereka semua?
y:aku sih selalu say hello ke semua orang, gak ada masalah. tapi emang aku gak suka renteng2 kl kemana2 ama cewek gituh. aku non blok
x:enakan gitu lagi....susah deh kl dah kayak gini
y:hehehee.... (*udah gak konsen,banyak kerjaan, no comment, nyengir aja)

Begitulah, ribet emang kl udah berurusan sama cewek, makanya aku males berteman yg dekat gitu ama cewek. Banyak trauma.

Di masa2 sekolah dulu, teman baikku, yang paling dekat denganku justru yang paling banyak menyakiti. Kl lg butuh aja mau deket dengan aku dan baik2in aku. Kl lg gak butuh, aku dijauhin...hihihi... ini cerita jaman SD sebenernya. Wes sejak itu aku malessssss banget yg namanya berteman ama cewek. Trauma puoolll.....Ternyata aku hanya dimanfaatkan. Kadang aku merasa sampek sekarang aku masih sering dimanfaatkan, cuman bedanya sekarang lebih bisa menghadapi daripada dulu. Wah kl inget kejadian2 di masa lalu, rasane kok aku kiy goblok mennn. Kenapa aku gak berani sama temen cewekku itu, hehehe..bukannya gak berani, tapi karena Ibunya itu Kepala Sekolah. Hueheuhue....jangankan aku, guru ku aja gak berani nglarang2 dia hehehe. Menyakitkan banget. Tapi itu masa laluuu, sudah kumaafkan, tapi aku tidak akan lupa :D

Kejadian pagi ini di suatu pabrik Panci
z:hahh ??? nonton QUANTUM OF SOLACE dewean ?
y:lhoh? emangnya kenapa? aneh yah kl nonton sendiri? gak boleh?
z:yha gakpapa, tapi apa enaknya?
y:yha enak aja hehehe

Kan udah aku bilang tadi, aku dah biasa sendirian. Kl ada suami yha bareng suami. Kl suami lg gak bisa, adanya temen juga OK. Kalo kayak semalem, suamiku gak bisa karena sedang kursus Inggris, dan Yudhi juga gak yakin bisa keluar pabrik jam 7, sendirian juga fine2 ajah.

Aku bukan type yg kalo ke toilet aja harus rame-rame , mo ke mushola rentengan ato kl mo makan siang rombongan. Kayak temenku yang satu ini , karena sering nonton sendirian, sering disebut anak autis ama bosnya dan juga temen2nya. Kalo aku lebih rela dikatain demikian daripada harus pergi belanja bareng cewek2, yang harus nungguin lamaaaaa karena dandannya 5 jam.


/*Maaf bagi yang merasa, ini murni hanya curahan hati huehuehue



Wednesday, October 22, 2008

Positif (Tipes)

Iyha,sejak hari Kamis (16 Okt 08) saya berasa gak enak badan, rasanya juga gak nafsu makan. Malemnya panas tinggi dan sakit kepala hebat, akhirnya Jumat (17 Okt 08) gak masuk kerja, ijin sakit. Minum Panadol yang warna biru, biasanya kl saya sakit cukup minum panadol (mulai dari yang warna merah sampek biru,salah satu aja tapinya), ditinggal istirahat bentar,sembuh deh. Lha ini kok sampek Sabtu (18 Okt 08) gak sembuh2, akhirnya seperti biasa saya dengan diantar suami,pergi ke Klinik Tiara yang di tanah abang itu.

Dokter bilang "kalo gak DB yha tipes, ini saya kasih obat antibiotik,penurun panas dan untuk daya tahan tubuh, lihat perkembangannya, jika dalam 2 hari keluhan masih tetep cek darah yha, ini saya kasih surat pengantar ke Lab". Jedhiengggg.....mampus saya, cek darah = berurusan dengan jarum, duh males banget, saya kan takut jarum suntik hiks. Karena saya males cek darah, maka saya berusaha makan dan minum obat dengan teratur, meskipun nafsu makan saya buruukkkk sekali.

Udah 2 hari, tp kok tetep ya :( hiks. Jadi tiap pagi sampek siang tuh saya berasa sehat, misalpun sakit kepala juga yg biasa aja, suhu tubuh juga mendekati normal,berkeringat terus malah. Tapi kalo malam menjelang, hikss...sampek nangis2 saya menahan sakit kepala yang hebat dan suhu tubuh pun mulai naik. Suami saya selalu menyarankan "opname yha?", huuhuuu... bagi saya opname=berurusan dengan jarum suntik,infus,cek darah. Tapi saya selalu menolak dengan alasan nunggu cek darah di lab dulu..

Hari Senin pagi (20 Okt 08) saya diantar suami ke Lab Bio Medika di Jalan Ciujung,daerah Cideng. Daftar kemudian antri bentar. Nanti yang di cek itu pokoknya yg trombosit2 gitu ama widal. Di sela2 waktu antri itu saya sempet mengawasi beberapa pasien yang sedang diambil darahnya, duhhh.Pas giliran saya, saya gak berani lihat hihihhi, agak memalukan yha, saya sampek dipegangi suami saya :D rasanya lamaaaaaaaa banget ngambil darahnya huahaha "udah belum Dok?" "sabar yha mbak, masih setengah" doohhhh..... Karena hasilnya baru keluar jam 3 sore, maka kamipun pulang dulu.

Senin malem selepas maghrib dan selepas jam kerja suami, kami ke lab buat ngambil hasilnya sekalian ke Dokter buat baca hasilnya. Kami intip bentar hasilnya "NILAI NORMAL", "Alhamdulillah, gak kenapa2 yha mas" pikir saya. Lanjut menuju ke Klinik Tiara, ternyata antrian panjang banget. setelah nunggu kurang lebih 1 jam, akhirnya dipanggil juga nama saya. Kami sodorkan amplop hasil cek darah ke Dokter. Setelah dibaca bentar, Dokter menjelaskan "saya jelaskan bentar yha, jadi Ibu ini POSITIF TIPES yha, bla bla bla bla... yang item ini harusnya negatif, tapi di sini ada > 1:320 bla bla bla", Jedheeeerrrrrr saya terus berdoa semoga gak diopname.

Kemudian saya diperiksa lagi sama Dokternya, tekanan darah tetep rendah 100/70, trus perut bunyinya dung dung kayak bedug. setelah diperiksa saya diceramahi ndak boleh makan ini dan itu, harus makan yang lembek2 bla bla bla. Obat yang kemaren sabtu distop, diganti antibiotik tapi penurun panasnya tetep. Disuruh istirahat total alias bedrest selama seminggu sekaligus dibuatin surat keterangan dokter.

Hiks, jadi selama seminggu ini saya sendirian di rumah, terkapar tak berdaya, lemessss. Sedangkan suami saya yha tetep kerja dong yha...Mohon doanya yha teman2, doakan saya cepet sembuh. Terimakasih.


-Pedurenan Masjid 2 No. 49 Kuningan, 22102008,1736-

Friday, September 26, 2008

Mohon Maaf Lahir dan Batin

InsyaAllah malam ini 26 September 08 saya dan suami mo mudik, naek kereta api Sembrani dari St. Gambir jam 18:45 dan balik kerja lagi InsyaAllah tgl 7 Oktober 2008. Kalo ada fans-fans yang mau ketemu ato sekedar mampir minum ini jadwal mudik saya :
  1. 27 Sept 08 s.d. 1 Okt 08 --> SDA
  2. 2 Okt 08 s.d. 5 Okt 08 --> BJN
Minta do'anya semoga dalam perjalanan ini saya dan suami dalam keadaan sehat walafiat dan selamat, InsyaAllah saya juga doakan teman-teman yang mo mudik,semoga dalam keadaan yang baik.

Mohon maaf lahir dan batin.....
Semoga amal ibadah kita di bulan Ramadhan tahun ini diterima oleh Allah SWT dan Semoga kita dipertemukan lagi dengan Ramadhan Tahun depan. Amin.


-Viving & JPS-


__D Building 2nd floor, DM, 26092008 __

Monday, September 22, 2008

Surat Putus Cinta

Meski aku sudah terima surat putus cinta darimu Jumat malam, 19 September 2008, aku gak kecewa kok. Mungkin hanya ibukku yang kecewa karena kamu gak jadi menyuntingku, tapi gak apa-apa. Ibukku juga sudah bisa merelakan kamu pergi. Seiring berjalannya waktu, cintaku kepadamu juga udah mulai luntur dan memudar. Pada dasarnya aku nganggep kamu hanya sebagai teman, yha kita hanya sebatas berteman, dengan prinsip simbiosis mutualisma. Maaf, bukannya aku menduakanmu, tapi karena dari awal emang kita hanya berteman, sekarang ijinkan aku untuk mengejar cinta yang lain untukku, yang mungkin cintanya lebih besar daripada cintamu padaku. Dan aku akan membahagiakan ibukku dengan cinta yang akan kudapatkan itu. Terimakasih.


__D Building 2nd floor, DM, 22092008 __