Friday, October 07, 2016

Sembuh Dari Hipertiroid

Halooo... pemirsaahhhh.... sebenernya ini gak ada niat bikin postingan baru. Niatnya pengen bales komen di postingan saya yang ini. Tapi kok jadinya puanjaaannggggg banget, ya sudah, dibikin postingan aja, itung-itung biar keliatan kalo blognya masih hidup bwahahahaha.

MasyaAllah, ternyata postingan saya tentang hipertiroid  banyaaakk buangeeettt komennya :D Sebelumnya saya ucapkan terimakasih banyak yang sudah berkunjung ke blog saya. Saya juga minta maaf, gak bisa membalas komennya satu persatu. 

Alhamdulillah sekarang saya sudah sembuh dari hipertiroid. Kuncinya SABAR dan DISIPLIN. Saya mengkonsumsi PTU, SETIAP HARI, TANPA PUTUS, SELAMA 2 TAHUN .Ini semua atas anjuran Dokter spesialis penyakit dalam lho yha, bukan mengobati sendiri, dan selama pengobatan saya tidak pernah mencoba pengobatan herbal. Setelah 2tahun, dan hasil lab normal semua, PTU dihentikan. Kemudian selama 6 bulan (sudah tidak konsumsi PTU), saya masih mondar-mandir di rumah sakit dan bolak-balik cek darah untuk memonitor hormon tiroid saya. Capek? pasti, down? Udah jangan ditanya lagi. Bosan? Sangat. Merasa menjadi orang paling menderita sedunia? Sering hahahahaha. Total pengobatan plus mondar mandir di RS 2,5 tahun, sekarang nulisinnya gampang banget yaakk, padahal pas ngejalaninnya beraaatttttttttt bangeeetttttt, dan berasa lamaaaaaaa bangeeetttt. 

Sebenernya pas selama pengobatan itu saya imbangi dengan pola hidup sehat, olahraga 2-3x dalam seminggu (saya lari aja, wong bisanya cuman lari :D), tidak ada pantangan makanan, cuma saya sempet gak makan mie instan selama 2tahun full (kalo sekarang, hhmmm kalo pengen banget yha nyicip mienya juragan 1-2sendok, tombo pengen :D), banyakin buah dan sayur. Buat teman2 yang masih berjuang, sabarr yha dan tetap semangat, InsyaAllah sembuh, asal sabar dan disiplin. Semoga cepet sembuh semua, dan kita selalu dilimpahi kesehatan, aamiin.

Monday, September 16, 2013

Saya Hipertiroid

Jadi saya ini sering gemeteran/tremor, badan juga makin kurus, lemes, nafas ngos-ngosan. Selama ini saya cuekin, lha wong saya ini kalo kelaperan yha gemetaran, jadi gak masalah, ntar dimasukin makanan juga tenang lagi. Lemes dan ngos-ngosan? mungkin capek ngurusin dinda. Badan kurus? yha saya cuekin, lha wong saya ini olahraga tiap hari lho. Kepedean saya :D

Meskipun ada gejala, saya santai saja. Sampai suatu hari saya curiga, udah kenyang, abis makan, masih gemeteran aja. Selera makan saya mengerikan, apapun makanannya, saya selalu nambah 3kali, iyha 3x, serius, sampeyan gak salah baca. kadang juga saya ngambil nasi+kuah sayur itu sampek tumpah2 saking gak muat itu piringnya. ora umum pokoke. Lha tapi badan saya ini kok semakin kurus? Jauh lebih kuruuusss dari postingan yang di sini. Kalopun saya olahraga itu biar sehat, kalo berat badan turun, itu bonus, nahhh biasanya bonusnya 1-2kg, lha ini bonusnya kebanyakan hehe, sampe celana pada melorot semua, saking kempesnya perut saya. Tulang-tulang menonjol di sana-sini, kayak tengkorak hidup, mengerikan hihihi... Sebenernya seneng punya badan kurus, tapi sedih juga kalo kurusnya ora umum, amit-amit karena penyakit hohoho jangan sampe deh. Sambil browsing kesana kemari, saya ini sebenernya punya penyakit apa, tapi tidak ada hasil, kebanyakan penyebabnya masalah syaraf.. waduuh, lha kok ngeri.

Sampai suatu saat, saya merasa tremor ini sudah mengganggu saya. Saya jadi gampang banget emosian, apalagi kalo pas terburu-buru (*lhahh kalo emosian emang udah dari dulu kale :D), ngomong cepet banget belepotan, cepet capek, sering keringetan sampek gobyoss, sehari bisa ganti baju 2-3kali. Saya merasa saya harus segera ke Dokter, saya merasa ada yang tidak beres dengan tubuh saya, tapi saya gak tahu kenapa.

Maju mundur, ke dokter - enggak - ke dokter - enggak. Ngajak juragan periksa, tapi saya sendirinya ragu, saya sakit gak sih? akhirnya selalu gak jadi :D Sampai suatu hari saya kepengen banget ke dokter, karena merasa terganggu banget dengan kondisi tubuh saya. Rencananya mau ke dokter syaraf dulu, karena hasil browsing menunjukkan ada yang tidak beres dengan syaraf saya. Tapi akhirnya diputuskan ke dokter umum dulu, dengan alasan kalo kenapa-kenapa dokter umum pasti lebih tahu nanti akan dirujuk ke mana.

Sabtu pagi, 20 April 2013, Kami satu paket (saya, juragan, dinda) berangkat ke Rumah Sakit Bhinneka Bhakti Husada di perempatan Gaplek, jl Raya Cabe. Kami daftar ke dokter umum. Dinda heboh sendiri donggg, dia mau diperiksa juga. Untungnya di UGD dan sedang kosong, jadi dinda ikutan rebahan di tempat tidur yang kosong :D Saya diperiksa, ditanyain keluhan-keluhannya, dokternya mulai curiga ada sesuatu, akhirnya saya di EKG/rekam jantung, dan hasilnya 130/menit (normal kurleb 60-80/menit). Konsultasi sebentar, kemudian saya dirujuk ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam/ internis, Dr. Martin Batubara, Sp.PD.

Saya mulai was-was. Kemudian daftar ke dokter Spesialis penyakit dalam yang kebetulan prakteknya jam 5 sore. Ok lah. Pulang.

Singkat cerita, Jam 6 malam harinya, saya lagi di periksa Dokter niy. Seperti biasa, waktu saya rebahan, Dinda hebohh nangis-nangis mau ikutan zzzzzz. Lha kan tempat periksanya cuma satu, disabotase sama Dinda, yha sudah ngalah, saya diperiksanya sambil duduk di kursi wkwkwkwk... disuruh ngangkat tangan lurus kedepan, iyha tremor, dicek jantung 120/menit, diraba leher ada pembengkakan tiroid/gondok. Dokternya langsung ngasih vonis...HIPERTIROID. Duhhh Gustiii, penyakit apalagi ini T_T Langsung lemes dan dropp banget saya huuhuuuu :((

"Secara klinis sudah jelas hipertiroid, tapi untuk lebih yakin cek laboratorium dulu biar ketahuan angka-angkanya. Ini saya kasih obatnya, tapi jangan diminum dulu, cek darah dulu baru minum obatnya", kata dokter Martin. Ok dok.

Hipertiroid adalah kondisi berlebihnya jumlah hormon tiroid. Untuk info lengkap bisa gugling sendiri yha, ada banyak kok info-info tentang hipertiroid

Gejala-gejala Hipertiroid diantaranya :
-gemetar/tremor --> iya
-keringat berlebih, --> iya
-tidak toleran pada panas --> iyha
-mata sensitif terhadap cahaya --> iyha
-pergerakan usus meningkat/mudah lapar --> iyha
-Selera makan semakin bertambah --> iyha
-penurunan berat badan yang drastis --> iyha
-gelisah --> iyha
-cepat lelah --> iyha
-menstruasi tidak teratur --> tidak
-mudah nervous --> iyha
-emosi labil (cepat marah),--> iyha
-sukar tidur, --> iyha
-meningkatnya detak jantung--> iyha
-Hipertensi --> iyha
-kadang-kadang disertai sesak nafas/ngos-ngosan--> iyha
-Kerap buang air besar/diare --> tidak
-Mata melotot/bola mata menonjol terjadi akibat pembengkakan otot dan jaringan lemak di sekitar mata. --> tidak
-Biasanya kulit menjadi hangat, lembab dan terdapat hiperpigmentasi --> iyha
*Saya sadur dari berbagai sumber

Senin, 22 april 2013 ke RS lagi, cek darah dan nebus obat. Singkat saja, Selasa 30 April ke dokter lagi, nyerahin hasil lab. Hasilnya?
T4 : 21.40 rujukan 4.87-11.72 ug/dL
TSH-s : kurang dari 0.01 rujukan 0.35-4.94 uIU/mL
FREE T-4: 4.00 rujukan 0.70-1.48 ng/dL

Dokter "iyha, tinggi......hipertiroid", kemudian dikasih obat lagi.

Pengobatan Hipertiroid:
-PTU 3x1 : ini untuk menekan produksi hormon tiroid, pahit'e pol-polan >_<
-Propranolol 2x1 : untuk jantung

Menurut pengalaman dokter yang sudah 20tahun menangani pasien hipertiroid ini, penyakit ini BISA SEMBUH, tetapi makan waktu yang sangat lama, 1thn itu minimalnya, bisa lebih dari itu. Menurut beliau, hanya ada 1 pasiennya yang bisa sembuh hanya dalam waktu 9 bulan. Huuuhuuu mengerikan, ngalah-ngalahin pengobatan untuk TBC yang 6 bulan. Hidup saya jadi tergantung pada obat :|

Dokter menganjurkan supaya saya rajin minum obat, tidak boleh lupa, kalo sudah terlanjur lupa, digeser saja jam minumnya. Pasiennya yang tidak kunjung sembuh itu adalah pasien-pasien yang bandel minum obat. Siap laksanakan dok. Harus kontrol sebulan sekali, dan cek darah tiap 3 bulan sekali. Kalau kondisi membaik, dosis obat akan diturunkan tiap 3 bulan.

Kalau ditanyain orang, "mbak viving kok kurus banget sih?", jawaban saya tetep "owhh, saya olahraga mbak". Kenapa ving? malu yha kalo ketauan punya penyakit? enggak sih, tp lebih karena :
1. Eh tapi bener kan saya olahraga :D
2. Saya males njelasin, lha wong hampir tiap orang yang saya temui komennya sama, gak mungkin lah saya jelasin satu-satu, capek boo'. Mau konferensi pers juga saya ini bukan artis :D

Selama pengobatan dokter menyarankan untuk tidak hamil dulu, karena sangat beresiko. Jadi kalo ada yang tanya "kapan Dinda punya adik?" ato "kapan nambah anak?" ketawain aja, kemudian ceplesi, trus dorong ke laut biar dimakan ikan hiu grhgrhgrhgrh

Oh yha, pesen saya, buat para wanita yang gudangnya segala rasa sakit (*gak lebay lho, ini beneran), tapi seringnya dicuekin atau gak dirasakan, ayo mulai sekarang jaga kesehatan, olahraga-lah, trus kalo merasa ada yang gak beres sama kondisi tubuh, monggo di cek aja ke dokter, gak usah sungkan-sungkan, jangan males-males "ntar aja deh, ntar aja deh", penyakit itu (*yang di jaman sekarang jadi hal biasa) semakin dini terdeteksi akan semakin baik, jadi bisa lebih cepat ditangani, Ok?

Doakan saya BISA SEMBUH yha.. aamiin. Terimakasih.

Serua, 1 Mei 2013 (*kelamaan di draft)

Wednesday, June 12, 2013

Goodbye Singo Item

Singo Item di lereng Gunung Salak
Sudah hampir sebulan ini hanya kata-kata itu yang terlintas di kepala, karena memang kami berniat untuk melepas singo item kami. Menengok ke belakang sebentar. Masih teringat dengan jelas, bagaimana susah payahnya kami mengumpulkan pundi-pundi demi sebuah kenyamanan, demi anak kami supaya kalo panas gak kepanasan dan kalo hujan gak kehujanan. "Hanya" mobil ini yang mampu kami beli, Peugeot 306, mobil pertama kami.

Meskipun tidak banyak kenangan bersamanya, kami masih ingat bagaimana mobil ini menemani kami mudik lebaran thn 2011 melintasi pulau jawa dari ujung ke ujung, Depok-Bojonegoro-Sidoarjo-Malang-Blitar-Sidoarjo-Bojonegoro-Depok. Menemani kami jalan-jalan ketika sedang musim penghujan, jujur saja kami termasuk yang jarang mengendarai mobil ini karena kami bukan pemakai yang sabar karena kemacetan Jakarta dan sekitarnya yang sudah tidak wajar.

Sebenernya juragan sayang banget sama mobil ini, seandainya ada uang lebih, pasti akan diperbaiki dan dipoles sana-sini, tapi berhubung kantong cekak membuat kami terpaksa melepasnya, daripada dia tidak terurus di carport kami. Pengecekanpun dimulai, ternyata remnya bermasalah. Sepertinya dia tahu niat kami untuk menjualnya, sehingga rewel. Kemudian ada makelar datang ke rumah, yang nawar mobil ini dengan harga yang sangat rendah sehingga membuat kami sakit hati >_< Tidak terjadi kesepakatan harga. Kemudian mobil kami derek ke bengkel terdekat karena rem yang tidak berfungsi. 

Setelah semua diperbaiki, Pak Bengkel (sebutan kami untuk pemilik bengkel) menyarankan agar dipajang di bengkel beliau saja, beliau akan mengontak teman-temannya, baik yang kolektor maupun pemakai, karena apabila ditawar makelar tentu saja harganya akan jatuh, padahal menurut informasi di koran, mobil jenis ini  harganya masih lumayan tinggi.

Setelah beberapa kali ada yang menelepon dan melihat mobil kami, belum juga ada harga yang kami sepakati. Kami hampir menyerah, dan berniat membawanya pulang dan menjualnya secara online. Setelah 1 minggu berlalu, ada seorang ibu yang menelepon Juragan, sepertinya tertarik dan besoknya membuat janji bertemu. Ternyata rejeki kami dan semoga rejeki keluarga ibu tersebut, setelah tawar-menawar kami membuat kesepakatan harga. Yhaa walaupun menurut kami harganya lumayan murah, tetapi tak mengapa, penawaran kali ini lebih baik jika dibandingkan penawaran yang dilakukan oleh makelar, karena yang ibu ini mau dipakai sendiri, bukan dijual lagi seperti makelar.

Singkat cerita, 2 hari kemudian terjadi transaksi. Kunci kontak dan dokumen kami serahkan. Saya masih belum merasakan apa-apa, karena mobil masih ada di depan mata saya, sedangkan Juragan, dari raut wajahnya kelihatan enggan melepaskan mobil kesayangan. Ada adegan yang membuat saya terharu, ketika mobil sudah dikendarai pemilik baru, Dinda nangis minta naik "naiikk naikkk obiltuuu naikk obiltuu", (naik mobilku red.), dan ketika mobil telah melaju, dinda nangis sambil  mengejar mobilnya sampai ke tengah jalan raya, sungguh mengharukan T_T

Setelah urusan dengan Pak bengkel selesai, Kami pulang ke rumah. Melihat carport kosong, rasanya seperti ada yang hilang, di saat itu saya baru merasa sedih, rasanya seperti ditinggal kekasih, patah hati. Mungkin karena semua yang kami dapatkan selama ini selalu penuh dengan perjuangan, jadi terasa sangat berat ketika harus melepaskan. Selamat tinggal Singo Item, terimakasih telah menemani kami selama 2 tahun ini, We'll miss you T_T *mewek*

Wednesday, June 05, 2013

Muktamar Blogger 2013

"Blogger Gak Blogger Yang Penting Ngeblog"
Ketika saya memutuskan untuk datang ke muktamar blogger, yha saya memang serius dan berkomitmen akan datang *lebay :D Bahkan ketika akan diselenggarakan pada Jumat malam di trotoar depan Hotel Indonesia (sesuai tradisi), saya sudah pesan ke juragan untuk pulang sore supaya bisa njagain dinda, dan saya berangkat naek taksi saja. Maklum saya ini orangnya terstruktur dan terencana, makanya untuk  datang ke muktamar pun harus direncanakan jauh-jauh hari :D Makanya ketika di milis diumumkan bahwa muktamar diselenggarakan pada tgl 1 Juni 2013 yang pada waktu itu kurang dari 5 hari lagi, sebenernya saya sudah siap hahahaha.... Bertepatan dengan wikend dan saya ulang tahun (horeeee, selamat ulang tahun buat saya), sepertinya tampak membahagiakan karena saya bisa hadir satu paket (bersama dinda dan juragan) :D

Ketika teman-teman pada ribut di milis, ngatur ini itu ini itu, saya hanya membaca dan diam memperhatikan. Toh saya susah mobile, saya gak bisa bantu apa-apa, palingan cuman mbantu doa T_T lagian ini kan acara gak jelas, suka-suka, bersenang-senang, terserah, ngapain repot-repot yha. let see aja deh...

Singkat cerita, pas hari H, pas dah nyampe di tempat acara, saya kaget, lhoohhh ini acaranya serius toh? :D Lohhh, di gedung? lhohhh banyak yang datang??? Lhohhh pake pembicara segala?? Lhohhh ada hiburannya juga??? Lhohhh, ternyata banyak makanannya?? ada bakso, bubur ayam, es lidah buaya, buah yang ada capnya sunpride, ada kulkas penuh dengan coca-cola dan air mineral, ada sate dan sayap ayam bakar :D Kemudian saya baru menyadari bahwa kumpul-kumpul bareng teman dan banyak makanan itu ternyata lebih menyenangkan huahahahahhaha... Lebih ngowoh lagi, karena acara ini dipersiapkan hanya dalam waktu 5 hari oleh manusia amben/chairwoman muktamar tahun ini mbak Ainun Chomsun dkk *standing ovation.

Cerita yang lain dan lebih lengkap, bisa diintip di rumahnya mbak Dewi, di rumahnya Mbak Ainun si manusia kursi, di rumahnya mas sangnanang... (*padune males nulis :D )


KumpulXaru [mantan] blogger, ngguyu-ngguyu, poto-poto dan bersenang-senang ^_^

Salah dua idola saya Pak Dhe Mbilung beserta Bu Dhe Neng Jeni 

"Juragann, dindanya diajak main dulu yha, yang lama gakpapa", emake poto dulu sama mas Iman Brotoseno wkwkwkwkwk...........

Blogger gak blogger yang penting ngeblog, bersama mbak Dewi dan Omith

Blogger Sepuh? :D

Kami temannya mbok Venus :D

Bersama manusia amben mbak Ainun, Omith dan Galuh

Sampai jumpa di Muktamar Blogger 2014 (nek isih ono) ^_^


Monday, January 14, 2013

Penghuni Baru di Rumah Kami

Hahh? Viving punya anak lagi??

Bukannn... bukannn... penghuni baru ini bukan anak saya, tapi dia anak ibuk saya. Lebih tepatnya adik saya yang anak nomer 3.

Hahh?? emang adikmu ada berapa ving?

Mmm.. masih ada 2 lagi -_-"

Itulah... kenapa saya gak mau punya anak banyak, yha itu dah, repootttt booo. Beda dengan juragan saya yang hanya 3 bersudara, beliau malah pengen punya anak banyak fyiuhh *curhat*... Jadi terhitung per tanggal 1 September 2012, anak nomer 3 ini resmi jadi parasit tinggal di sini huehuehue...

Berhubung di kampung saya itu lingkungannya yang "kurang bagus" dalam hal pendidikan, mengingat anak ini juga gak jelas dia pengennya apa, menimbang orang tua saya sepertinya tidak ada niat untuk menyekolahkannya lagi ke jenjang yang lebih tinggi, maka dari itu diputuskannnn.... (*suara drum please...duk druk duk druk duk) anak ini saya boyong ke rumah saya ini!! haha... Dengan harapan setelah dia lulus dan bekerja, dia yang akan menyekolahkan anak nomer 4, yang sekarang masih kelas 2 SMP, dan dengan harapan lagi bahwa nantinya anak nomer 4 tersebut yang akan menyekolahkan anak nomer 5 yang sekarang masih kelas 4 SD, dengan harapan pula nanti hal ini akan diteruskan oleh anak nomer 5 agar merawat kedua orang tua saya ketika usia senja.

Bagus bukan, rencana dan skenario saya? hahayy. Tapi saya masih belum tahu apakah rencana saya ini berjalan dengan lancar atau tidak, hanya Tuhan yang tahu. Yang jelas sejak ada anak nomer 3 di rumah saya ini, segala problematikanya juga muncul, meskipun ada juga manfaatnya, tapi itu gak sebanyak masalah yang ditimbulkannya *hela nafas*

Adik saya ini sekarang kuliah di B*I Ciputat. Itu lho yang iklannya banyak ditipi, yang mirip Pak Obama itu lho. Jadi mulai dari kebutuhannya sehari-hari, makannya, uang saku dan uang bensin, uang untuk beli keperluan kuliah, biaya kuliah (pendaftaran dan per semesternya), itu semua saya yang nanggung. Saya ini baik sekali bukan? *kedip-kedip* Tanpa ada bantuan sepeserpun dari orang tua saya, eh tapi itu motor dan leptopnya dari orang tua saya sih. 

Anak yang usianya selisih 10 tahun 4 hari dengan saya ini sebenernya enak banget lho hidupnya, semua punya. Motor, leptop, tempat tinggal yang nyaman, kuliah.. saya yang biayai, dapet uang saku, gak pernah ngapa-ngapain (*nyapu, ngepel, ngosek kamar mandi, semua saya yang melakukan *curhat), di sini ada saya selaku kakaknya. Beda dengan saya dulu, yang waktu sekolah di malang saja gak ada sodara, gak ada yg nemenin, kemana-mana yha sendirian, yha jalan kaki, yha naek angkot, bertanggung jawab terhadap diri saya sendiri, dan ngatur-ngatur duit sendiri. Cut cut... Skip skip, lupakan, ini hanya iri hati saya saja sepertinya. Saya menutup mata ketika saya tahu dia tertekan dengan posisinya sebagai adik saya yang nilai-nilai akademiknya di sekolah tidak pernah mendapat pujian, dia yang tertekan bahwa semua guru disekolahnya tahu kalau dia adik saya, tapi otaknya tidak seperti saya hihihi..

Ok, back to topic. Masalah demi masalah dimulai sejak ada penghuni baru ini. Mulai alat makan yang sehabis pakai ditaruh seenaknya di tempat cuci, tidduuurrrr mulu, bangunnya siang, kemproh(jorok), tiap abis ngabisin air dan es di kulkas gak diisi lagi, semua-semua seenak udelnya, dia yang merasa bahwa saya ini adalah ibunya yang mengurusi semua kebutuhannya dari yang tetek bengek sampai yang urgent, mulai dari uang jatah sebulannya yang dipinjemin semuanya ke temennya kemudian belum juga seminggu udah minta uang ke saya lagi, sampai dia yang makannya banyakkkk bangetttttt.. grhgrhgrhgrhgrh

Heeellloooooowwwwwwwww.... juragan saja, kalau tahu saya sedang repot, beliau ini gak segan-segan nyuci piringnya sendiri, mbantuin saya nyapu tiap pagi, buang sampah yang udah numpuk, lha penghuni baru ini? sudah numpang tapi tidak meringankan beban yang punya rumah, malah menambahi saja. Ok katakan saja saya jahat, saya lebay, tapi kalau Anda ada di posisi saya, saya yakin tekanan darah tinggi Anda akan naik drastis. Kalau adik saya ini tidak hormat dan menghargai saya, setidaknya dia sungkan sedikit saja dengan juragan saya, tapi dia tidak lho, tidak ada sungkan-sungkannya sama sekali, cuek. Sehingga tiap pagi juragan harus mengeluarkan motornya yang menghalangi jalan, supaya motor juragan bisa keluar, S E T I A P H A R I... bayangkannn.... bayangkanlahh.. *nyanyi*

Tapi meski demikian, ada manfaatnya juga sih, dengan adanya penghuni baru ini, saya jadi gak perlu nunggu lama, setiap delivery air mineral galon atau ketika saya yang tidak bisa mengendarai motor ini perlu sesuatu tidak perlu nunggu juragan tiba, saya akan minta adik saya ini mengantarkan saya. Selain itu juga dia bermanfaat untuk menyingkirkan ulet bulu yang sering mampir ke dapur karena belakang rumah saya itu rumput-rumputnya setinggi rumah. Ya udah itu aja manfaatnya, tidak sebanding dengan ulah-ulahnya.

Tapiiiiii, dibalik itu semua, sebenernya anak ini baik, dia nurut sama saya, dalam artian kalau saya marah yha dia akan nurut tapi nanti akan mengulangi hal yang sama yang bikin saya marah lagi, jadi ngasih taunya harus berulang-ulang. Ini akibat pendidikan dari ibu saya yang tidak bagus, Menurut beliau, beliau ini akan menuruti apa pun permintaan dari anaknya, s e m u a n y a.. dari hal yang printilan, misal kaos kaki ketlisut, sampai urusan bertengkar dengan bapak saya, dengan harapan kalau beliau tua nanti anak-anaknya akan ganti menuruti keinginannya atau balik merawatnya. Haduhhh buukk, ituu salahhhhhh. Bayangkannn betapa setresnya saya menghadapi anak ini ketika dia kehilangan figur seorang ibu yang mengatur segalanya. Hellppp *hela nafas*

Anak ini takut melawan saya, melebihi takutnya pada bapak dan ibu saya. Jadi bisa dibayangkan betapa mengerikannya saya di rumah hahaha... Jadi setiap dia mengambil keputusan, itu tergantung persetujuan saya, meskipun kadang saya juga tidak peduli dia mau ngapain aja. Terserah. Asalkan tidak melanggar aturan dari saya ngrokok, medok, ngombe, ngobat (merokok, wanita, "minum-minum", narkoba). sampai aturan tersebut dilanggar, Silahkan keluar dari rumah saya.

Harapan saya pada anak ini tidak muluk. Saya tahu tidak adil membandingkannya dengan saya. Saya hanya ingin anak ini jadi mandiri itu saja sebenernya, lepas dari saya dan orang tua saya. Kalaupun nanti dia tidak sanggup menyekolahkan adik-adiknya, jika Tuhan mengijinkan, InsyaAllah saya bisa. Yhaa...siapa lagi kalo bukan saya? *pasrah* Sekian.

Saturday, November 03, 2012

Grey's Anatomy

Sejak ada Dinda, harus diakui kehidupan perfilm'an saya hancur berantakan huahuahua.. mo ada pilem baru kek, mo ada pilem bagus kek, don't care, perhatian saya full untuk Dinda. Dulu perhatian saya fokus antara rumah-kantor-rumah-kantor, antara kerjaan-dinda-kerjaan-dinda. Sampai pada akhirnya saya resign dan memutuskan untuk stay di rumah.

Singkat cerita, kebosanan pun melanda hahahaha. Meskipun kehidupan saya yang sekarang jauuuhh lebih baik, jujur kadang saya merindukan kehidupan perfilm'an saya yang dulu, yang selalu nonton tiap ada pilm baru, yang selalu nonton premier jika ada film yang bagus dan yang ditunggu-tunggu, fyiuhhh

Untungnya kami berlangganan tipi satelit, lumayan untuk merefresh otak setelah seharian berkutat dengan urusan domestik dan mengurus anak :D Ada beberapa channel favorite, diantaranya NGC (National Geografic Channel), BBC Knowledge, Starworld, E!, History dan MNC Music.

Singkat cerita (biar gak kepanjangan), saya menemukan serial yang bagus, Grey's anatomy, yang tayang di channel Starworld (th 2011). Gak tanggung-tanggung, ternyata serial tersebut sudah season 7. Browsing di mbah gugel, ingin tahu awal ceritanya bagaimana? lha sudah season 7 hare, udah ketinggalan juuaaauuuuhhhh, yang lain dah sampai Arab saya masih sampai Daan Mogot (halahhh). Dari gugling itulah akhirnya saya tahu, ternyata season pertama serial tersebut tayang mulai tahun 2005, Oh My God, terus kemana saja saya selama iniiii ? sampai gak tahu kalau ada sinetronnya orang ngamerika yang bagus (*tepok jidat)

Saya penasaraaaaannnnnnnn, setiap habis satu episode, saya selalu gak sabar untuk nonton episode-episode selanjutnya. Season 8 habis, trus kemana saya harus melangkah meneruskan cerita ini? *halah* Menurut info yang saya peroleh, Season 9 akan tayang pertengahan tahun 2013, duhhh kesuwen. Daripada penasaran berkepanjangan nunggu season selanjutnya, alangkah baiknya jika saya menyimak cerita di season-season sebelumnya, dan akhirnya hunting DVD nya hahahaha....

Susah juga nyari DVD Greys ini, meskipun dapet juga sih. Gak tanggung-tanggung, saya beli season 1-7!!!!, tiap season minim 17 - 28 episode, jumlah keseluruhannya ada 40 keping!!! sampek mabok-mabok dah pokoknya :))

Trus kapan nontonnya ving??
Yhaaaa...nunggu dinda tidur dong :D Jadi kalau anak ini tidur, emaknya bergerilya nonton. Niat banget ving? iyhaa hiksss. Biasanya antara jam 22.00 sampai jam 02.00 pagi fyiuhhh.... *elap keringet*

Trus, Grey's anatomy ini ceritanya tentang apa sih?
Hihihi..iyha sampek lupa cerita tentang Grey's anatomynya sendiri :D Jadi Grey's anatomy ini Romantic-Medical Drama, berkisah tentang 5 Dokter intern (kayak magang gitu kali yha?) Meredith Grey, Christina Yang, Isobel Stevan (Izzi), George O'malley, dan Alex Karev. Tentang kehidupan mereka, persahabatan, percintaan, perselingkuhan, keluarga, pekerjaan, banyak sih. Yang bikin saya suka adalah di serial ini bener-bener manusiawi, bener-bener seperti apa yang kita alami sehari-hari, jadi gak  melulu baik vs jahat kayak sinetron-sinetron di tipi lokal. Oh yha lupa, dibalik sinetron ini ada Shonda Rimes yang bikin ceritanya. Dia ini orangnya resee' banget pokoknya, soalnya bikin saya kecanduan T_T huuhuuu

Dr. Derek Sheperd
Pemain-pemainnya unyuuuuuu, terutama dokter Neurosurgeon-nya, Dr. Derek Sheperd (Patrick Dempsey), cleggukkk, cakeeeeeppppppp :D *cuttt cutttt, lebayyy lebayyy lebayyyy ahahahahahah*.
Sinetron ini layak tonton, kita jadi tahu istilah-istilah kedokteran serta alat-alatnya. Di awal dan akhir tiap episodenya selalu ada MVO(Meredith Voice Over) nya, monolog gitu deh, jadi meredithnya yang cerita, jadi kita kayak didongengi gitu :D trus seringnya, MVO-nya itu menohook buangettt, jadi kayak dikeplak *plaaaaakkkk* gitu :D

MVO-nya ini sering saya pajang buat status facebook hhihihi...
contoh nih contoh :

"Surgery is extreme. We cut into your body, take out pieces and put what's left back together. It's a good time life doesn't come with a scalpel. Because if it did, when things started to hurt, we would just cut and cut. The thing is, what we take away with a scalpel, we can't ever get back. So, like I said, good thing. -Meredith Grey-

""The human life is made up of choices. Yes or no. In or out. Up or down. And then there are the choices that matter. Love or hate. To be a hero or to be a coward. To fight or to give in. To live. Or die. Live or die. That's the important choice. And it's not always in our hands" -Derek Shepperd-"

"No matter how hard we try to ignore it or deny it, eventually the lies fall away… whether we like it, or not.
But, here’s the truth about the truth: It hurts. So… we lie. "

"It's one of those things that people say, you can't move on until you let go of the past. Letting go is the easy part, it's the moving on that's painful. So sometimes we fight it, try and keep things the same. Things can't stay the same though. At some point, you just have to let go. Move on. Because no matter how painful it is, it's the only way we grow..
-Meredith Grey, GA,8.20-"

Bagi penyuka sinetron, Grey's Anatomy ini rekomended banget ^_^

Thursday, October 25, 2012

Gak Bosen Mbak?

Suatu sore:


Saya "udah pulang kerja mbak?"

Tetangga "udah gak kerja mbak, pengasuhnya si kecil minta pulang gak balik lagi,jadi yhaa sekarang di rumah deh"

Saya "owhh pantesan kok sering liat main-main di lapangan"

Tetangga "iyha mbak. Mbak viving gak kerja?"

Saya "hehe..saya kerja dari rumah mbak, jualan"

Tetangga "jadi di rumah aja mbak?"


Saya "iyha"

Tetangga "gak bosan mbak di rumah terus?"

Hhmmm... percakapan dengan tetangga yang baru 1 bulan resign dari perkerjaannya.
Saya terngiang-ngiang dengan pertanyaan yang dilontarkan tetangga saya tersebut, apa saya gak bosan di rumah terus?

Kalo bosan yha sudah pasti ada kalanya saya bosan. Dulu pas masih kerja kantoran saya juga sering merasa bosan, melakukan kegiatan yang sama setiap hari, melewati jalur transjakarta busway yang sama, bertemu dengan orang yang sama, dan kadang pekerjaan yang sama, SETIAP HARI. Sorenya juga melewati rute yang sama dengan pas berangkat kerja, lanjut dengan ojek yang kadang juga sama orangnya, yhaa bosen pasti.

Nahh, sekarang di rumah juga demikian. Setiap hari melakukan rutinitas yang SAMA. kalau dulu pas masih kerja kantoran, rutinitasnya hanya selama 5 hari dalam seminggu, sedangkan sekarang rutinitasnya 24/7 alias bener-bener SETIAP HARI, 24 jam selama seminggu...hhmm..

Bangun pagi, sholat, masak buat sarapan, nyuci peralatan masak, mandi + mandiin dinda, nyuapin sarapan, nyuci piring, nyebokin dinda pas pup, mipisin dinda kalo pipis (sehari bisa berkali-kali), nyiapin cemilan dinda, masak buat makan siang+makan malam, nyuapin makan siang, cuci piring, sholat, ngeloni dinda tidur siang, sore harinya sehabis sholat Ashar main-main di luar di depan rumah sambil siram-siram tanaman, mandi sore + mandiin dinda, sholat maghrib, nyuapin makan malam, nyuci piring. Kalo rumah kotor yha nyapu ngepel, belum lagi nyuci nyetrika 2x seminggu. Yha itu-itu saja kerjaannya, SETIAP HARI......

Trus, kalau lagi bosan ving?

Kalau lagi bosan yha tinggal breaking the habit :D Yang biasanya dilakukan jadi gak dilakukan, misal bosen masak, yha gak usah masak, delivery aja qiqiqiiqiqii. Yang biasanya dilakukan dengan cara A, diganti dengan cara B misal bosen masak pake magic com yha masaklah pake dandang/panci, biasanya nyuci pake mesin, ganti nyuci pake tangan qqiqiqi.. kalau saya sih ogah :)). Yang biasanya dilakukan jam segini, digeser jam segitu, misal biasanya sarapan jam 7, cobalah sarapan jam 9 dan masih banyak hal lain yang intinya mengubah kebiasaan. Bisa juga dengan "me time", ambil waktu sejenak, bisa ke salon, nonton infotainment atau acara tivi favorit, atau hanya dengan duduk khusyyukkk di depan laptop, onlen :D Bisa juga melakukan hobi, seperti berkebun, bikin kue, menjahit, masak yang aneh-aneh, eh tapi itu hanya contoh saja yha, bukan hobi saya :D kalo saya lebih suka nonton pilm dan baca, eh bohong ding, itu dulu, sekarang hobinya onlen, fesbukan :)) *diuncal sendal*

Selain itu Alhamdulillah juragan memfasilitasi berbagai macam hiburan yang bisa saya manfaatkan kala bosan datang hehe.. Tivi satelit langganan dengan banyak channel, internet 24 jam, home theater, hp dengan kartu pasca bayar yang jg bisa internet, dan buku-buku.... waahh, itu semua surga bagi saya ^_^ Tengkyu juragan, i love you so much. Kalau dulu sering blusukan di toko buku dan Cineplex, sekarang ganti dengan blusukan ke mall nyari DVD film-film bagus dan blusukan ke toko buku online nyari novel-novel kesayangan saya, jadiii yhaaa memang saya lebih banyak di rumah :)

Sebenernya manusiawi sih merasakan bosan, semua orang juga pernah merasa bosan tinggal kita manage aja, jangan sampai rasa bosan tersebut membuat kita kehilangan semangat, lupa akan nikmat yang telah dikaruniakan Tuhan pada kita. Bersyukurlah, Kita sehat, anak dan suami sehat, pekerjaan kita lancar, that's all ^_^


_TSST_25Oktober2012_
Pokoke omonganku bener nek lagi gajian hahaha :))

Thursday, May 10, 2012

Pencairan Dana Jamsostek

Disclaimer : Tulisan ini lumayan agak panjang, mungkin tidak penting juga bagi sebagian orang, jadi sebelum Anda bosan, lebih baik segera tinggalkan blog ini, dan blogwalkinglah ke blog-blog yang lain. Saya tidak bertanggungjawab kalau mata anda pedas dan sepet akibat membaca curhatan saya ini. Kalau Anda tetap memaksa untuk membacanya ya sudah siapkan minuman dan cemilan ^_^
----------------------------------------------------------------------
Sejak resign dari pabrik panci, saya selalu mengingatkan ke juragan untuk mengantarkan saya ngurus jamsostek. Tetapi yha begitu itu juragan, tiap ditagih jawabannya ntar ntar ntar. Fyiuhh, ya udah akhirnya saya diemin aja, sampek kemaren pas inget kalo bulan depan, KTP saya expired. Saya tanyain ke juragan kapan mo ngurus surat domisili ke Pak RT? katanya ntar ntar ntar. Males dong saya. Sekitar 3 hari'an saya diemin juragan karena gak segera ke Pak RT juga.


Singkat cerita, juragan sudah dapet nih surat domisilinya, udah ditanda tangan pak RT ama pak RW, yang menyatakan saya bener-bener warga sini, soalnya dari hasil gugling, kalo KTP masih KTP daerah harus pakai surat domisili. Saya juga sudah gugling syarat-syarat pencairan jamsostek. Dari sekian banyak blog atau web yang saya baca, hampir 90% mengatakan bahwa mengurus pencairan jamsostek itu gampang dan gak pakai ribet asal persyaratan sudah lengkap.

Ok lah, setelah syarat-syaratnya lengkap, Juragan cuti sehari untuk ngurus jamsostek, karena gak hanya punya saya, tapi juga jamsostek juragan rencananya juga mo dicairin. Rabu, 9 Mei 2012 jam 8:30 kami berangkat dari rumah. Nyampe jamsostek Cilandak sekitar pukul 9:30. Dan Whhootttttt, kami mendapat antrian nomor 87 & 88, sedangkan saat kami datang itu baru antrian nomor 30'an. Ya sudah dari pada salah-salahan dengan juragan lebih baik saya mengisi FORM yang dikasih Pak Security, namanya FORM 5, kita disuruh ngisi data kita. Sementara saya ngisi form, juragan momong dinda yang REWEL fyiuhhh, dia maunya lari-larian kesana kemari trus berdiri di depan loket tempat orang ngurus jamsosteknya fyiuhhh, jadi pusat perhatian orang-orang, karena anak-anak kecil yg lain tuh diem, anteng, gak kayak dinda *elap kringet* *pasang muka tembok*

Oh yha, syarat-syarat pencairan Dana Jamsostek:
1. kartu jamsostek asli + fotokopi
2. fotokopi Kartu Keluarga/KK (aslinya dibawa)
3. fotokopi KTP (aslinya dibawa)
4. fotokopi surat referensi kerja (aslinya di bawa)
5. Mengisi Form 5 (dapet dari kantor jamsostek)
6. Fotokopi rekening Bank (jika ingin ditransfer)

Juragan membaca pengumuman yang ditempel di pintu, kalau antrian nomor 1-70 itu dilayani sampe jam 12, 70 ke atas akan dilayani setelah istirahat siang. Fyiuhhh. Kata Pak Satpam antrian kami sekitar jam 1 siang hhuuhuuu, padahal saat itu masih jam 9:45. Di kantor jamsostek Sistem antrian sudah rapi, orang-orangnya juga teratur, tapi hanya 2 loket yang buka, jadi bisa dibayangkan kalo 1 orang 5-10menit, tinggal mengalikan aja. Tapi masih mendinglah antrian nomer 87, sempet ketemu orang di parkiran, nomor antriannya 107 :D
Sementara menunggu, yhawes maen-maen di kantin belakang, juragan ngopi, dinda main-main di bawah pohon kresen, saya mati gaya -_-"

Jam 11:30 kami masuk ke gedungnya, nunggu sampek jam 12:05 akhirnya nomor saya dipanggil juga, deg-degan, takut ada masalah. Dan ternyata benar pemirsa, ada masalah :(( huaaaaaaaa huhuuu .
Jadi gini ceritanya saya dulu kerja di perush A (2004-2006) dan perush B(2006-2010), itu perusahaan outsourcing gitu, penempatannya di Pabrik Panci. Nahhh pas keluar dari perusahaan B, itu administrasinya lumayan rapi, lumayan enak, banyak kenalan, kantornya juga mudah dijangkau, di Kwitang sana, jadi pas keluar langsung dapet semua hak-hak saya, termasuk surat referensi ini. Nahhh pas peralihan dari perush A ke perush B ini dulunya gak jelas, saya gak dapet apa-apa dari perush A, termasuk surat referensi kerja yang sekarang jadi masalah itu, dan masalahnya lagi, saya belum pernah menginjakkan kaki saya di kantor perusahaan A ini, dulu ada seperti kantor perwakilan gitu di pabrik panci, setelah peralihan itu, gak tau deh, lenyap gitu aja kantornya :(( Yang jadi masalah lagi, itu jamsostek saya waktu masih jadi karyawan perush A, saya teruskan waktu saya jadi karyawan perush B, otomatis itu saldo jadi 1, dan gak bisa diambil tanpa surat referensi dari kedua perusahaan tersebut. Nahh kalo yang surat reff dari perush B dah dapet, yang perush A belum dapet. Karena itulah sodara sodara, dana saya tidak bisa dicairkan :((

CS : mbak, mana surat reff dari perush A
a : lohh, pake yha mbak? katanya reff dari perusahaan yang terakhir aja udah cukup
CS : gak bisa mbak. ya udah mbak minta surat reff dulu aja di perush A, nanti balik lg ke sini langsung ke saya, gak usah antri lagi
a : itu aja gak bisa yha mbak? (*masih ngeyel)
CS : maaf gak bisa mbak, di sini gak dipersulit kok, asal syarat2nya lengkap
CS : mbak ke pak A aja, ini alamat kantornya (*mbak CS nya malah lebih ngerti)
a : ok mbak, makasih

Setelah saya selesai, giliran nomor antrian 88, nomornya juragan. syarat-syaratnya udah lengkap, jadi cepet selesai, "Nanti ditransfer dalam 5-7 hari kerja yha Pak, kalo dalam waktu 7 hari belum ada kabar, hubungi no telp ini"

Tanpa pikir panjang, kami langsung menuju ke alamat yang dikasih mbak CS nya, Bintaro sektor 9. Yang mana pulak ituu. Juragan juga gak tahu di mana itu, nanti tanya-tanya aja katanya. Ok lah, dari Cilandak jam 12:30. Jam-jam istirahat, muacetttt nyaaaaa puoolllll, udah gitu panas buangetttt, kasian dinda :( untungnya tertidur dia. Kami lewat pondok indah trus ke kiri, trus ke kanan, trus ke kiri lagi lewat tanah kusir, trus ke kanannnnnnnnnnnn terus. udah jauhhhhh tapi kok gak ada tanda-tanda sektor-sektor. Setelah jalan lumayan lama, akhirnya ketemu plang "Sektor 1", MasyaAllohhh, berarti harus nglewatin 8 plang sektor lagi. Bismillah, modal nekat.

Jalan teruss dan lurusss aja ngikuti jalan, lohh kok masih sektor 3 :(( kapan nyampeknya iniiiiii. Jalan lagi luruuuuuusssssss, singkat cerita akhirnya nyampek jg di sektor 9, kemudian nyari-nyari gedungnya. Setelah ketemu itu gedung ada di sebelah kanan, jadi harus muter dulu.Gedungnya eksklusif buangettt, di pelatarannya dan trotoar banyak mondar mandir orang dengan seragam yang sama. Pas mau masuk, motor kami dicegat pak satpam dengan helm putih, kalo motor gak boleh masuk, katanya parkirannya penuh (*padahal itu parkiran masih luasss), nyebelin deh pokoknya.

S:ada yang bisa saya bantu Pak?
j:ini parkirannya mana yha?
s:maaf pak, parkirannya penuh, bapak parkir di sebrang sana aja (nunjuk lahan kosong di sebrang)
s:ada keperluan apa pak?
j:ini istri saya mau ngurus surat referensi
s:owhh kalo gitu istri bapak aja yang masuk, bapak dan anak bapak gak boleh masuk

Nyebelin buangettt kannn ?? Padahal parkirannya masih luas buangettttt..... Akhirnya juragan parkir motor di SPBU deket-deket situ. Saya berjalan kira-kira jaraknya 2 gedung lah, kemudian dicegat sama Satpam yang tadi
s:maaf mbak, ini kan kawasan perkantoran, masak pake sendal, mbak pulang dulu aja, ganti sepatu
a: *muntab, muleh buathukmu, yho nek omahku cedhak, iki depok-binatro sektor 9, sing nggenah ae*
a:rumah saya jauh pak, gak mungkin pulang kl hanya untuk ganti sepatu
s:kalo gitu mbak gak boleh masuk. mbak coba pinjem sepatu aja ama mbak-mbak yang lewat itu
a: *saya muntab, pengen marah, saya langsung balik kanan, menuju arah SPBU, sambil mencoba mengikhlaskan uang jamsostek saya* udahlah gak ada harapan...

ini saya dalam kondisi kepanasan, kelaperan, kecapekan, lelah lahir batin luar biasa.kemudian ada satpam yang manggil-manggil saya. Ternyata saya dikasih pinjeman sepatu wanita, gitu kek dari tadi, bikin sebel aja nih satpam-satpamnya. Setelah ganti sepatu saya dihadang lagi oleh satpam, ditanyain ada keperluan apa, mo bertemu siapa, setelah melewati 2 satpam, saya dihadang lagi oleh satpam depan pintu masuk gedung, tas digeledah, setelah masuk gedung dihadang satpam lagi, Masyaallohhhhh pengamanannya kayak istana presiden aja huhhh. Baru akhirnya bertemu dengan 3 resepsionis yang cantik-cantik dan ramah-ramah, Alhamdulillah, akhirnya ketemu orang baik juga. Setelah ganti KTP dengan id card visitor, saya langsung menuju ke lantai 4. Oh yha, sepatu wanita yang saya pakai itu kebesaran dan jelekkkk buangettt jadi saya gak nyaman memakainya, dibetah-betahin, bentar ini. Setelah keluar dari lift ketemu satpam lagi, kemudian saya ditunjukkan tempat orang yang saya tuju, bapak A. Setelah masuk ruangan yang terdiri dari kubikel-kubikel itu, ternyata bapak A sedang istirahat,setelah menunggu lumayan lamaaaa, kemudian saya dibantu oleh bapak B. Setelah di cek, data-data saya ada semua, tapi masalahnya pengeluaran surat referensi kerja itu dilakukan setiap hari jumat, jadi saya disuruh pulang, jumat disuruh balik lagi. MasyaAllohhhh, susahnyaaaaaaaaa... Kemudian saya bilang ke Pak B, kalo saya gak ada waktu lagi, waktu saya hanya hari ini saja, kemudian Pak B memberi selembar kertas, saya disuruh ke Pak X di lantai 1.

Dari lantai 4 saya meluncur ke lantai 1, saya langsung masuk ruangan kaca yang dalamnya terdiri dari kubikel-kubikel dan ada meja panjang untuk service atau melayani karyawan OS yang sedang mengurus sesuatu. Saya langsung menuju meja Pak X yang juteknya MasyaAlloh, saya aja kalah.
a:maaf Pak, dengan Pak X
X:iyha saya, ada keperluan apa?
a:saya dari pak A lantai 4, kemudian menghadap pak B, kemudian disuruh ke sini untuk surat referensi kerja
X:disini mengeluarkan surat reff tiap hari jumat mbak, mbak isi data2nya aja dulu, nanti jumat balik lagi kesini
(*whottttttttttttt)
a:maaf pak, saya hanya bisa hari ini, minta tolong banget Pak, gak bisa yha dikeluarkan hari ini?
X:maaf mbak, gak bisa, liat nih kerjaan saya, banyak banget, ini yang minta surat reff juga banyak, antri. apalagi mbak baru datang, yha ikut antri juga mbak, yang saya urus kan gak punya mbak aja
X:emang kapan keluar kerja?
a:2006
X:trus selama ini kemana aja? saya kan gak ngurus surat reff punya mbak aja
(*pengennnnn bangettttt nonjok orang ini, tahannn tahannnn saya masih butuh orang ini, dibaik-baikin aja)
a:maaf Pak, urusan saya juga gak hanya ngurusin surat reff aja (*pengen marah tp saya tahan)
a:gak bisa hari ini Pak? saya besok udah harus keluar kota, saya kerja di luar kota (*bohong)
X:yha gak bisa mbakk, mbak tau kan prosedurnya? hari jumat yha hari jumat.
a:please Pak, ini penting, saya butuh hari ini
X:mbak, tadi kan saya sudah bilang gak bisa, yha gak bisa.atau kalo mbak mau, ok nanti jam 6 sore balik lg kesini
(*whottttttttttttt)
orangnya berpaling dari saya dan berusaha menghindari kontak mata dengan saya, kemudian bersenda gurau dengan teman-temannya yang lain, sssshiiiiiiiitttttttttttt... katanya sibuk dan banyak kerjaan???

Saya antara nyerah dan pantang menyerah, fifty fifty, kok yha susah banget sih, toh data-data saya udah lengkap ada semua di sistemnya situ, udah ada templatenya, tinggal print aja fyiuhh. kalo saya gak beresin hari ini juga, bakal gak diurus-urus lagi. Bulan depan KTP mati, kalo mo ngurus ribet juga karena di luar kota, Juragan susah cuti, meeeting meeting terus, kalo saya urus sendiri susah wira wirinya, trus dinda ama siapa? jadi saya bertekad saya selesaikan hari itu juga. Rasanya sia-sia perjuangan melewati semua pengamanan di depan tadi, kalo saya keluar tanpa surat refferensi.

Saya masih mondar-mandir di sekitar ruangan itu, telp-telponan ama juragan.
j:gak bisa yha? cobak usaha lagi, deketin lagi orangnya, ngomong baik2
a:*^&%^%^ *udah males njelasin, udah BT tingkat dewa, juragan juga gak ngerti usaha saya kayak gimana? udah melas-melas juga gak dikasih pun*

Setiap orang yang lewat, yang berseragam saya todong, saya mintain tolong dan ujung-ujungnya gak bisa semua, wajah saya udah melasssssssssss gitu, antara pengen marah, kecapekan dan pasrah.

Saya bersandar di tembok deket pintu keluar, pasrah, sambil ngliatin orang yang lalu lalang melewati saya. Sambil berdoa, semoga masih ada orang baik di kantor ini.

Setelah menunggu lamaaaaa...Alhamdulillah doa saya terjawab, ada mbak-mbak yang tadi saya lihat tempat duduknya di sebelah Pak X, sepertinya mau keluar ruangan kemudian menghampiri saya.

m : ada yang bisa saya bantu mbak? sedang menunggu siapa?
a : ini mbak, saya mo minta surat reff dari sini, tapi gak ada yang bisa bantu, dengan alasan surat reff keluar tiap hari jumat, kan saya gak tahu mbak, kalo tahu ya mending saya kesini hari jumat, ini saya kan udah jauh-jauh kesini, waktu saya hanya hari ini karena saya udah kerja di luar kota (*maaf mbak saya bohong)
m : owhh, mari mbak, silahkan duduk
a : *menuju ke kursi di depan mbak yang tadi*
m : yang ini yha mbak? *sambil nunjuk fotokopi KTP dan kartu jamsostek yang tergeletak di meja Pak X*
a : iyha mbak
m : *mbak nya ngetik-ngetik, nyari data saya, ketemu, print, nyari atasannya buat tanda tangan, memfotokopinya, kemudian melipat yang asli dalam amplop, kemudian diserahkan kepada saya*
m : ini mbak, ini bisa buat ngurus jamsostek, cobak dicek lagi, ada yang bisa saya bantu lagi?
a : makasih mbak, udah bener, makasih banyak. maaf mbak, dengan mbak siapa? *mengulurkan tangan*
m : dengan mbak R (*tersenyum)
a : alhamdulillah, makasih banyak mbak

Dalam hati saya berdoa, semoga orang-orang yang mempersulit saya tadi, dipersulit juga dalam urusannya, dan buat Mbak R, terimakasih banyak, semoga jika mbak R ada urusan, semoga dimudahkan dan dilancarkan, aamiin.

Legaaaaaaaaaaaaaa sekali, saya melihat Pak X yang jutek, yang sok sibuk, yang sok penting, sambil ngomong dalam hati "nihhhhh dapett nihhhh, orang baik InsyaAllah ketemunya ama orang baik" hihihii...

Tuker ID card untuk mengambil KTP saya, keluar gedung digeledah lagi tas saya, balikin sepatu ke satpam, trus melenggang keluar sambil nyuekin satpamnya, sambil nyeret-nyeret sendal jepit saya untuk ngejek satpamnya hahaha :)) *tertawa setan*

Setelah ketemu juragan di SPBU, kami langsung meluncur ke tempat fotokopi, sambil beli es teh, panasnyaaaaaaa MasyaAllohhhh. Bermacet-macetan lagi, lewat Pondok Indah, akhirnya jam 3 lebih, nyampek ke kantor jamsostek Cilandak. Setelah menyusun ulang dokumen-dokumennya, saya langsung ke loket 3, tempat mbak CS yang tadi.

CS : udah mbak?
a : udah, ini mbak *sambil menyerahkan dokumen*
CS : susah yha mbak?
a : perjuangan mbak
CS : iyha emang kebanyakan dari perusahaan A ini agak bermasalah, saya banyak menemui masalah yang serupa dengan mbak, makanya saya hafal
a : pantessssssss
CS : ini mbak yha, nanti dalam waktu 5-7hari kerja kalo belum ditransfer hubungi no telp ini
a : ok mbak makasih

*sambil mbatin, lohhh kok dokumen-dokumen saya yang asli gak dicek yha, surat domisili juga gak di cek, KK saya hanya fotokopian semua, juga gak dicek. Halah-halahhh, ancen pelayanannya gak standart, fyiuhhhh...

fyi, perusahaan A ini perusahaan penyedia jasa tenaga kerja outsorcing khususnya satpam, cleaning service, petugas parkir, dan administrasi, ya ya, kalau Anda beredar di sekitar gedung-gedung perkantoran atau mall-mall yang ada di Jakarta, kemudian ada pertugas cleaning service atau petugas parkir pakai seragam kotak-kotak biru, nahhh ituu dahhh ada logo perusahaan di saku kirinya, nahhh itu dah yang saya maksud dengan perusahaan A, sedangkan saya masuk dalam area Administrasi, mungkin dikiranya saya seperti kebanyakan tenaga kerja disitu, makanya saya dipandang sebelah mata fyiuhh.

Pelajaran hari ini:
1. Sebelum mengurus pencairan dana jamsostek, sebaiknya anda ke kantor jamsostek terdekat untuk minta Form 5 ini ke security. Jadi anda punya waktu luang untuk mengisi form di rumah.
2. Siapkan syarat-syarat dokumennya

1. kartu jamsostek asli + fotokopi
2. fotokopi Kartu Keluarga/KK (aslinya dibawa)
3. fotokopi KTP (aslinya dibawa)
4. fotokopi surat referensi kerja (aslinya di bawa)
5. Mengisi Form 5 (dapet dari kantor jamsostek)
6. Fotokopi rekening Bank (jika ingin ditransfer)



4. Misal anda mencairkan dana jamsostek di jakarta sedangkan KTP anda masih KTP daerah, minta surat domisili ke pak RT dan Pak RW, just in case, buat jaga-jaga
3. Pastikan surat reff dari perusahaan Anda sudah lengkap, terutama bagi yang meneruskan jamsostek dari perusahaan sebelumnya
4. Jika Anda pindah perusahaan, lebih baik membuat kartu jamsostek yang baru, jangan meneruskan, karena akan ribet nanti, kecuali Anda sudah punya surat reffnya. sedangkan kebanyakan kasus mereka tidak memiliki surat reff atau memang perusahaannya tidak mau mengeluarkan surat reff.
5. kalau mengurus sesuatu di kantor-kantor yang birokrasinya rumit, sebisa mungkin berpakaian rapi dan bersepatu, jangan kayak saya, pake pakaian seadanya, celana jeans dan sendal jepit :D

6. Selalu sedia makanan dan minuman di tas.

Pada dasarnya mengurus Pencairan dana Jamsostek itu mudah, asaaaaaallllllll persyaratannya sudah lengkap. Alhamdulillah udah beres semua, legaaaaaaaaaaaa bangett, sekarang tinggal menunggu sms banking dari 3355, semoga segera ditransfer, aamiin ^_^

Tuesday, February 14, 2012

14 Februari, 7 Tahun Lalu


"kamu ngerayain valentin?"
"enggak"
"jilbabnya kok pink?"
"ahh kebetulan saja, gak ngeh kalo hari ini tgl 14 feb"
"halah, iyha lho juga gakpapa... cobak nengok ke belakang"
"hah ?" *abg-abg di belakang saya yang lagi pada makan pada pake baju pink*
"qiqiqiqiqi..... ngapain kok ngajak ketemuan? lagi tukaran karo ojobmu yha?"
"..." *males njawab, lanjutin makan*
"bla bla bla bla bla" *lanjut ngobrol*
"bla bla bla bla bla" *lanjut ngobrol*
"bla bla bla bla bla" *lanjut ngobrol*

pelayan "maaf, mas mbak, kami mau tutup"
berdua ngacir dari tempat makan sambil nahan malu qiqiqiiqqii...
"kemana?"
"pokoknya aku gak mau pulang"
"eehh wes malem lho, ntar dicariin ama ibuk kost"
"ibuk kost lho gak ngurus anak kost'e"
"eehh dicariin ojobmu nanti"
"babah"

"yhowes golek sing 24 jam ae"
"ok"

masuk ke tempat makan 24 jam
pesen minum
minum sampek kembung :))

"eh cobak tengok ke belakang"
"..." *nengok ke belakang, ngeliat bapak2 sama cewek abg*
"coba tebak, itu anaknya atau pacarnya"
"anaknya yha?"
"gak mungkinlah kalo anaknya, masak keluyuran sama anak malem2 gini, lagian lihat tuh, mesra banget"
"qiqiqiiiiqiqi...ngiri ?"
"#%!$^&^^& ""
"trus kalo gak anaknya siapanya?"

"tak kasih tau yha, di sini itu tempat "transaksi" "
"hah :o transaksi apaan? gituan?"
"ho oh"



ngobrol
ngobrol
ngobrol
ngobrol


"ayok tak terno muleh, wes bengi" *jam 12 malam*
"aku gak mau pulang"
"yhowes tak pesenin taksi yha"
"gak mau"
"eh, besok2 kan bisa ketemu lagi, ini dah malem, aku juga harus kerja lagi"
"......." *nurut*




akhirnya dianterin pulang naek taksi
.......................

Dan ternyata itu pertemuan terakhir kita, kemudian kita melanjutkan perjalanan hidup masing-masing :)


Comments are closed

Friday, September 23, 2011

Tips Mudik



Mudik pasti menyenangkan, tapi pas balik dari mudik banyak kemrungsungnya hihihi...yang cucian dan setrikaan numpuk lah, makanan di kulkas busuk lah dsb. Nih ada tips ala saya yang semoga berguna untuk ibu-ibu rumah tangga yang mau mudik. Meskipun masa mudik telah lewat, siapa tahu berguna untuk masa-masa mudik tahun depan hihihii....

1. Persiapkan mudik jauh-jauh hari.
Terutama kalo punya anak kecil yha (Kalo masih bujangan mah tinggal nenteng tas aja :D) Tidak boleh ada yang kelewatan, supaya nyaman waktu perjalanan dan di tempat tujuan. meskipun masih kecil pasti bawaannya yang paling buanyakkkk.. saya sampe punya list bawaan mudik, nyontek dari mbak Dian. Tiketnya juga harus dipersiapkan kalo misal menggunakan transportasi umum, kalo pakai kendaraan pribadi yha cek ricek dulu di bengkel. Fyi aja, yang mudik kemaren ini meskipun belum ditentukan waktunya, gerobak udah dicek ricek di bengkel, koper saya juga sudah siap angkut :D

2. Cuci setrika tiap hari
Sebelum mudik, kalau bisa sudah tidak ada tumpukan cucian dan setrikaan, kalo masih ada dijamin ntar balik dari mudik yang ada BT BT BT :D nahh biasanya kan masih nunggu nih, tiap hari juga pasti ada cucian, nahh itu tiap habis mandi langsung cuci, kering langsung setrika, ribet ??? iyha dikit, tapi berasa efeknya nanti kalo pas udah balik dari mudik :D

3. Menghabiskan bahan makanan di kulkas
Kalau mau mudik gak usah numpuk-numpuk makanan dulu, sementara habisin dulu bahan makanan yang ada di kulkas, biar gak busuk dan jamuran ditinggal mudik, mubadzir kan? biasanya sih memanfaatkan telor, sayur dan buah-buahan. Kalo gak habis juga, minta tolong ke tetangga buat ngabisin, ato bisa juga kalo mo dibawa mudik kalo gak kerepotan :D (/*sambil membayangkan mudik sambil bawa telor sekilo, apel sekilo, sawi 5 ikat, wortel 10 biji, huahahaha...mo mudik ato mo jualan)

4. Bersihkan dan rapikan rumah
Pel dan sapu lantai rumah anda sampai bersih, bersihkan kamar mandi, zinc tempat cuci piring, pokoknya semua dibersihkan. Rapikan semua barang-barang, mainan anak, semua ditaruh pada tempatnya. Ini ngefek banget loh, kalau balik dari mudik lihat rumah berantakan yang ada tambah capek ngebayangin ngebersihinnya, itu baru ngebayangin, belum membersihkan :D Syukur Alhamdulillah saya melaksanakan ini sebelum mudik kemaren, hasilnya, nyampe rumah rasanya rumah saya yang hanya sepetak ini jadi luaaaasssss dan rapiii gitu, meski debuan :D paling gak saya gak tambah capek lah :D

5. Nitip ke tetangga atau Satpam
Nahhh, ini tergantung tiap orang. Bisa nitip kunci atau nitip jagain rumah atau nitip nyiramin taneman aja :D Biar aman gitu, dan kita jadi tenang mudiknya, gak kepikiran rumah terus hihihi. kebetulan saya cuman nitipin nyiramin tanaman yang depan, dan tidak nitipin kunci, hasilnya??? taneman yang di taman belakang pada kering dan mati sodara-sodara termasuk rumputnya hahahahaha....



6. Amankan rumah

Kunci semua pintu dan jendela. Cabut semua stop kontak listrik. copot selang gas elpiji, demi keamanan bersama


7. Sebisa mungkin nyuci-nyetrika waktu mudik
Kalau mudik tidak melulu jalan-jalan terus kan yha? pasti ada waktunya istirahat di rumah. Nahh di sela-sela waktu itu sempatkanlah nyuci setrika baju yang dipakai tiap hari, jadi balik dari mudik koper tidak dipenuhi dengan baju-baju kotor. Kalau tidak sempat yha pisahkan antara baju kotor dan baju bersih, supaya tidak campur aduk.

7. Jaga kesehatan
Nah, ini yang paling penting, jaga kesehatan. Biasanya kalau mudik jadi kurang istirahat, semua makanan yang jarang dimakan diperantauan, masuk perut semua, padahal itu biangnya sakit hiks (/*pengalaman pribadi). Kalau perlu doping vitamin, banyak minum air putih dan kalau ada waktu istirahat, istirahatlah.

Sementara itu dulu, kalau ada tambahan monggo di komen saja, nanti biar saya update :D sampai jumpa di mudik tahun 2012 yhaaaaaa......... (/*pedeeeee, padahal belum tentu juga mudik lagi hiksss)


_TSST,H1No2,23092011_

Tuesday, March 29, 2011

Pindah Rumah

Haloo semua, apa kabar? Baik kan? sehat kan? Alhamdulillah saya baik, lagi menikmati tinggal di rumah baru :D yha yha udah sebulan kami pindah ke rumah baru, meskipun kontrakan yang di percetakan negara belum abis, masih 2 bulan lg (sampai 30 April 2011). Kami pindahan 25 Februari 2011, malem (jam 2030 - 0030). Meskipun itu nyalahi hari baik di penanggalan jawa yang udah ditentukan sama ibukku (1 Feb), kami tetep berangkat, hanya berbekal Bismillahirrohmanirrohim, semoga Allah meridhoi dan memberikan keberkahan pada rumah yang kami tempati nantinya, Aamiin.


Alhamdulillah, akhirnya punya rumah sendiri, hasil jerih payah kami, hasil keringat sendiri (/*mulai lebay), setelah 3,5 tahun jadi kontraktor :D Alhamdulillah juga di tahun 2011 ini saya terbebas dari kata-kata KONTRAK :D baik kontrak pekerjaan maupun kontrak rumah :D (/*senanggg dan bahagiaaa). Meskipun untuk membeli rumah ini kami harus mengencangkan ikat pinggang dalam jangka panjang, tapi kami rela, demi masa depan anak-anak nanti. Yang penting sudah tidak ngontrak rumah lagi, habis uang banyak, tapi bablas angine, gak ada bekasnya, rumahnya tetep bukan milik kami.


Pindah ke mana sih? Kami pindah ke Perumahan Taman Serua, Desa Serua, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Depok, Jawa Barat, sudah gak di Jakarta Pusat lagi :D Belinya sih udah lama, sekitar awal tahun 2010, cuma karena indent, jadi masih nunggu lumayan lama pembangunannya. Kalo ngelihat harga rumah yg tiap tahun selalu naik, gak pernah turun, ada rasa menyesal kenapa gak dari dulu2 belinya, tapi kalo dipikir lebih jauh lagi menyesalnya gak besar2 banget, soalnya emang dulu prioritas utama yaitu kuliah saya, takutnya kl dah punya rumah di depok, kuliah jadi terbengkalai. Akhirnya setelah lulus baru searching2 dan survey2 hehe.


Ket : rumah kami yang ada antena indovisionnya :D

Tapi rumah itu yha kayak jodoh kok, kalo belum waktunya yha belum dipertemukan (/*halah). Kriteria kami sih gak muluk2, yg penting lingkungannya nyaman, aksesnya mudah dan ada angkot, dan yang terpenting masuk budgetnya :D waktu survey2 sih kebanyakan cocok rumahnya, tapi gak cocok budgetnya hahaha...yha iyhalah, enek rego enek rupo.


Ada beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan ama teman2 dulu :


1. Kok gak ambil yang deket jalur kereta aja, biar lebih mudah dan cepat aksesnya?

#setelah disurvey, harga rumah di jalur rel KA sudah tidak masuk akal lagi huehuehue..untuk type yang sama, harganya sudah 2x lipat harga rumah ini.


2. Kok jauh banget Ving?

#jauh dari mana dulu? jauh kan relatif /*halah. Yang penting gak jauh dari tempat bekerja suami saya.


3. Jauh banget, ntar lu kalo kerja gimana? (/*waktu itu saya masih di pabrik panci Daan Mogot)

#emang lu yakin gw selamanya di sini? :D /*nyengir kuda --> moral cerita : hati-hati dengan omongan Anda, karena gak lama setelah saya bilang gitu, saya resign, padahal tidak direncanakan hahahaha....


4. Itu kan daerah macet Ving?

#sekarang ganti saya yg tanya, "kosan sampeyan mana?" yang saya tanya menyebut daerah gak jauh dari jl. Sudirman. "emang disitu gak pernah macet??" huahahaha...gak bisa jawab orangnya. Punya rumah di Sudirman yha tetep aja macet kan? eh eh emang di Sudirman ada rumah ?? wkwkwkwkwkw....


Yha intinya sih, kayak jodoh kok. kalo dah jodoh yha dipermudah, udah klik..eh eh ini ngomongin rumah apa ngomongin jodoh sih hihihi...


Nyari dan beli rumah itu membutuhkan banyak dana, tenaga, pikiran dan waktu, fyiuhh. Yang pembangunan gak tepat waktu lah, yang rumah udah jadi tapi listrik blm terpasang lah, yang tembok retak2 lah, yang ini yang itu gak sesuai lah. Banyak hal pokoknya, capek fisik, capek ati dan capek pikiran, eh capek dompet juga :D Alhamdulillah semua sudah terlewati.


Trus Ving, syukurannya kapan? hhmmm.... tanya juragan aja deh yha :D

Ket : pemandangan sebelah kiri rumah

Ket : pemandangan sebelah kanan rumah
Ket : Pemandangan di depan rumah


Ket : taman depan rumah yang rumputnya hampir mati itu :D


Ket : taman belakang rumah yang kuecilll buangettt :D


_TSST,H1No2,29032011_

Thursday, February 10, 2011

Lebih Hemat

Sejak saya sudah tidak kerja lagi, saya jadi cermat dalam mengatur keuangan keluarga. Meskipun masih bolong-bolong juga, tapi setidaknya sekarang jadi lebih teratur. Kalau dulu saya tidak begitu memperhatikan keluar masuknya uang, kalo butuh yha ambil di ATM, kl ada uang masuk yha gak pernah saya cek. Saya tahunya keluar masuk uang dari membandingkan struk atm yang baru dapet waktu mengambil uang, dengan struk lama yg selalu saya sisakan satu yang terbaru di dompet.

Sekarang tiap bulan, saya selalu minta cash saja ke juragan, kemudian saya pos-pos kan di amplop yang udah tertulis di depannya uang itu untuk apa, tentunya uang jatah bulanan yang udah dikurangi cicilan-cicilan dan tagihan-tagihan. Dulu, kalau ada uang sisa, yha itu buat ditabung, kalau sekarang Saya mengalokasikan uang menabung di depan, ternyata lebih efektif dalam mengontrol pengeluaran.

Memang pemasukan keluarga kami berkurang sejak saya tidak bekerja kantoran lagi. Tapi apakah itu berpengaruh pada keluarga kami ?? pertama iyha, ngaruh banget, terutama bagi saya yang tiap akhir bulan menerima sms banking, sekarang sudah tidak lagi hueheuhue...masa-masa adaptasi, tapi selanjutnya ? biasa aja tuh, gak ngaruh. Yang jelas tiap bulan saya sudah tidak perlu mengeluarkan uang lebih buat nggaji pembantu dan keperluan pembantu. Untuk keperluan makan juga lebih fleksibel karena gak "ngopeni" orang lain di rumah. Njajan juga tetep, karena juragan orangnya suka jajan.

Kalo menurut saya memang jauh lebih hemat tanpa pembantu. Kok bisa? yha jelas bisa. contoh nih yha, waktu masih ada pembantu tagihan air biasanya 150rb, sekarang 60ribu saja, ini bukan karena saya malas mandi bukann.. ini karena dulu saya sering memergoki pembantu menghambur-hamburkan air, mungkin dikira kayak di desa, yang pakai sanyo pompa air listrik, jadi gak ada yang namanya tagihan air, penggunaan air bisa sesukanya, sedangkan di sini pakai PAM, ada tagihan tersendiri buat penggunaan air. Minyak goreng juga gitu, dulu tuh borooossss banget, kalo tinggal pake gak ikut mikir duit buat belinya yha kayak gitu, dulu sebulan bisa 5 liter, sekarang 3 liter buat sebulan gak habis. Bawang merah juga, dulu tiap minggu beli 1/2 kg, berarti 1 bulan bisa 2 kg bawang merah...kalo sekarang cukup 1 kg buat 1 bulan masih sisa banyak, padahal masaknya yha itu-itu saja hehe. Kalo penggunaan listrik tetep, gak ada perubahan.

Yang paling berasa adalah pulsa telponn huhhuu T.T, udah terbiasa nelpon gratis, internet gratis, sekarang jadi berasaaaaa banget fyiuhh. Ini masih menjadi PR buat saya yang tidak bisa menahan hasrat internetan baik di HP maupun leptop. Tapi so far kondisi keuangan keluarga kami baik-baik saja :D Ternyata ketakutan saya selama ini tidak terbukti! saya kira kalau pendapatan berkurang, itu akan berpengaruh pada keluarga kami. Ternyata mau pendapatan dari 2 orang atau 1 orang, hasilnya sama saja, uang saya juga segini-segini aja :D itu tergantung bagaimana kita mengaturnya sih. Rejeki itu rahasia Allah, kadang malah datang dari arah yang tidak disangka-sangka. Memang kalo gak mengalami sendiri seperti ini kadang belum percaya ^_^



_PercetakanNegara2GangKopra3No.20_

Monday, December 13, 2010

Resign

Hari ini, tepat sebulan saya menjadi babu ratu di rumah. Yha, tepatnya per tgl 8 November 2010 saya sudah tidak ngantor di Pabrik Panci lagi. Beratttt buangettt rasanya :( saya sampek speechless, gak bisa ngomong. Pengennya nangis mulu :(( Sebenernya bukan ending yang seperti ini yang saya impi-impikan sejak dulu, apalagi baru 6 bulan saya lulus kuliah, saya pengen keluar dari pabrik panci itu karena 2 alasan, yang pertama karena saya telah mendapat pekerjaan baru di tempat lain yang lebih bagus, yang kedua saya sudah punya usaha lain di rumah. Tetapi kehidupan berkata lain, saya terpaksa resign, mendadak pula. Ada rasa gak terima, sedih buangettt, apalagi banyak cita-cita yang belum terwujud.

Ceritanya bermula dari si asisten yang minta pulang mendadak, karena mau ngurus cerai. shock lah saya. selama ini, setelah 13 bulan tinggal seatap, kami tidak tahu kalau ternyata dia dah nikah. Dan sekarang bilang minta pulang, gak mau balik lagi dan mo ngurus cerai. Opo gak rontok rasane awakku pada waktu itu :( Bingung, shock, pengen marah, pengen nangis, tapi aku tahan, huhhh rasanya gak enak buangett pokoknya, merusak suasana hati di akhir cuti. Dulu saya dah pernah bilang kalo mo resign gak boleh mendadak, biar saya ada waktu buat nyari penggantinya. Tapi ini ??? mendadak gini ??? trus yang jagain Dinda(15bulan) siapa ntar? Kalutt....

Malam harinya saya diskusikan dengan suami, suami saya lebih bisa mikir jernih daripada saya. otak saya rasanya buntu, sumpek, udah gak bisa mikir, intinya saya masih belum bisa menerima kondisi yang seperti ini :( Mungkin bagi sebagian besar teman-teman, pergantian asisten adalah hal biasa. Toh bisa nyari lagi. Tapi hal ini luar biasa bagi saya, karena kondisi saya tidak sama dengan teman-teman semua. Ibu dah gak mungkin jagain, saya masih punya 3 adik yang masih sekolah dan musti diurus. Ibu mertua dah sakit2an, kasihan kalo dimintai tolong jagain Dinda. cari lagi juga belum tentu dapet cepet, yg resign ini aja nyari dari umur kandungan 5 bulan sampek dinda umur 2 bulan baru dapet. Kalopun dah dapet belum tentu juga cocok, ngajarin lagi, ngawasin lagi...Lhaaaa yang ngawasin ini yang gak ada. Kalo yang dulu saya sempet ngajarin + ngawasin soalnya masih cuti melahirkan, lha kalo sekarang ??? pokoknya rasanya semua jalan buntu :(

Suami saya memberikan 3 pilihan:
1. Dinda diasuh ibu saya di Bojonegoro
2. Dinda diasuh oleh tetangga sekitar kontrakan
3. Saya resign
Pilihan yang sulit bagi saya, semua pilihan rasanya pahit :( Pilihan 1 rasanya tidak mungkin, sehari tidak ketemu dinda rasanya udah gak karu2an, apalagi terpisah jarak yang jauh ??? pilihan 2 saya juga gak rela. Pilihan 3 ?? yaAlloh rasanyaaaa.... hancur berkeping-keping :(

Setelah mikir lamaaaaaaa..... akhirnya diputuskan saya resign, meskipun sepertinya saya mengambil keputusan itu dengan setengah hati. Saya curhat kesana kemari, banyak juga yang memberi solusi, saran ini itu. Tapi saya sudah tidak butuh saran dan solusi, semua sudah kami pikirkan, dan kondisi saya tidak sama dengan teman-teman yang saya curhati. Sebenernya saya hanya butuh support, dukungan atas keputusan saya untuk resign, itu saja.

Akhirnya saya mencari dukungan dari dalam diri saya sendiri, bahwa keputusan resign ini adalah yang terbaik. Ibu macam apa saya ini jika sampai menelantarkan anak? Toh saya kerja selama 6 thn 4 bulan juga gini-gini aja, tidak ada perubahan. Kuliah juga dah kelar. Suasana kantor juga lagi tak nyaman. Dari dulu juga suami saya membebaskan saya, mo di rumah aja atau tetap bekerja, toh hidup dari gaji suami saya Alhamdulillah cukup. Apa sih yang saya cari ? cita-cita? ah dengan resign cita-cita itu tidak akan luntur, saya berusaha meyakinkan diri bahwa masih banyak jalan asal saya mau. Sepertinya ini memang saat yang tepat.

Semua akan mudah dan dimudahkan jika waktunya telah tiba. Semoga memang ini yang terbaik untuk saya dan keluarga untuk saat ini. Semoga saya bisa menjadi ibu dan istri yang baik dan lebih baik lagi, amin.


8 Desember 2010, Percetakan Negara II Gang Kopra 3 No. 20, Jakarta Pusat.

Tuesday, September 21, 2010

Mbok Ya Usaha Dulu

Sebenernya saya muales banget mo nulis tentang ini. Tapi gimana yha? tangan saya rasanya guatellll gitu kalo gak segera menulis, dan hati saya rasanya mrengkel-mrengkel serta otak saya jadi penuh dengan hal-hal yang gak berguna, jadi mending ditumpahin aja semua di sini :D

Jadi nih yha, saya punya teman yang sama-sama menyusui, sebut saja si A, kami sering berinteraksi kalo pas sama-sama memerah ASI di mushola atau di depan kulkas tempat naruh ASI perah. Nahhh temen saya yang cantik ini, sepertinya tidak pernah hidup susah, lha wong dia selalu ngandelin temen yang laen. Kalo mau berusaha dulu sih masih mending, tapi ini tidak mau berusaha dulu tapi langsung nodong temen. Nah, todongannya ini kalo cuman 1 atau 2 kali sih gak mungkin saya capek-capek nulis di sini. lha ini udah sueringg dan banyak, makanya saya tulis saja. Siapa tahu orangnya nyadar trus bertobat, kan saya sebagai teman juga merasa ikut senang dan bahagia ^_^

Ini Listnya nihh...

- Tiap selesai merah ASI, dia selalu nitip untuk naruh ASI perahnya di kulkas, memang sih saya yang searah, jadi bagi saya itu tidak masalah (*saya kan teman yang baik ^_^)

- Waktu dia lihat saya bawa blue ice/ice gel buat ngademin tas ASI selama perjalanan pulangdari pabrik, dia tanya :
A "beli nya dimana?"
saya "ACE hardware"
A "kapan kesana lagi? nitippp donkkkk"
saya "wahhh, gak tau yha, kapan kesana lagi, secara aku dah gak butuh lagi, udah ada beberapa di rumah"
A "kalo kesana lagi nitip yha"
saya "^__^"--> senyum kecut sajaaaa
/*lha mosok aku wes gak butuh isih di kongkon tuku nang ace hardware atau ke sana hanya buat beliin dia. lha wong beli sendiri kan juga bisa. kalo sebelah rumahku ace hardware yha pasti tak beliin dehhh


-Saya lagi berbinar-binar di depan kaca toilet, mengamati bentuk tubuh saya yang kian melangsing (/*huekk cuihhh), yang bener lagi seneng karena ada celana lama kesayangan yang dulunya gak muat jadi muat lagi ^_^ trus ada yang komen:
A "celananya bagus, beli di mana?"
saya "oohh ini celana lama kok, udah muat lagi, dulu beli di ITC Kuningan/Ambasador"
A "kapan kesana lagi? nitip donkkkkk"
/*Fyiuhhhhh, saya mualesssss gitu mo jawabnya #-o
saya "lha kan saya belum butuh celana lagi, jadi gak kesana lagi"
A "kapan2 kalo kesana nitip yha, aku satu ukuran di bawahmu"
/*pede bangettt sihhhh. kalo emang niat mo beli celana, yha udah berangkat sendiri dahh. heran dehh, masak beli pakaian aja musti nitip sih ? emang seberapa sibuk yha dia ??? hhhmmmmm


-Saya sedang memerah asi sambil bercakap-cakap dengan ibu menyusui yang lain (sebut saja B), yang kebetulan anak-anak kita udah makan MPASI (makanan pendamping asi) dan kebetulan juga kemarin abis beli tepung gasol bareng-bareng. sedangkan anaknya si A, belum makan MPASI
Saya "gimana, anaknya? mau ama gasol?"
B "belum dicobain sih mbak. semoga aja mau"
A "abis beli gasol ya?"
B "iyha, kemarin beli joinan ama mbak viving"
A "kenapa gak bilang sihhh, kan saya bisa nitippp"
/*Ohhh My God, hiksss....saya gak bisa menahan sebal saya :(
saya "kan anakmu belum makan? jadi ngapain beli gasol?"
A "yha gakpapa. kan bisa dipake nanti"
/*ohh Tuhan, saya sudah malas meladeni orang ini huuhuuu T.T


- Ketika dia tahu saya menyusun menu untuk sebulan selama Ramadhan, dia juga minta. yhaweslah saya kasih. Trus kan ada menu rendang. jadi ceritanya sepertinya dia mo bikin rendang
A "minta resep rendang dong ving"
saya "di internet banyak, gugling aja"
A "gak ah, ribet-ribet. aku maunya yang resepnya viving. ada kan?"
/*dari dulu yang namanya rendang pasti ribet masaknya T.T
saya "ya ada, tapi di buku besar, males bawa nya"
A "catetin aja "
saya "kalo gak lupa yha" --> /* asline seh gak niat

Berhubung tiap hari selalu ditanyain
A "mana resep rendangnya?"
sampek kuping saya bosan. Ok dehhh, hari ini saya bela-belain gugling "Resep Rendang" biyuhhhh, hasilnya buanyaaaaakkkk, yhawes saya pilih salah satu yang ada gambarnya dan yang paling gak ribet. kemudian saya kirim ke A lewat imel. Fyiuhhhh....sesibuk apakah dia, sampai gugling resep rendang aja sampe gak sempet ??? saya juga gak tau resep dari saya itu bener di praktekkan ato tidak.


-Nah kalo kejadian ini yang pas ada lowongan CPNS nih ceritanya. iseng dong saya ikutan wekekeeke.... saya ama temen saya sebut saja si C, lagi ngobrol di mushola
saya "gimana? udah ngirim?"
C "belum, disiapin dulu deh berkas2nya"
saya "ntar aku ngepos nya nitip suami aja, soalnya kantornya langganan PT POS"
C "ntar gw ngeposin di mana yha? paling yang deket rumah aja"
A "yang lowongan PNS itu yha?"
saya "ho oh"
A "nitip ngeposin donkkkk Ving, nitip suami kamu"
Saya "*^&^&%^$%$%$%$&^%#$#!@" -->/* saya males njawab T.T
si C nyaut
C "kan deket rumah lo ada"
A "masak sih? disebelah mana?"
C "yaahhh elo mah, nitip mulu, liat sekeliling donkk. ada kok kantor pos deket2 situ"
/*saya juga gak tau dia jadi ngirim surat lamaran beneran apa cuman ngomong doang :D


Nahhh kalo yang ini kejadian baruuuu aja terjadi kemaren, Senin 20 September 2010. Sore hari, pas ibu-ibu menyusui mengambil ASI perah dari kulkas. sebut saja D.
saya : /* ngambil blue ice dari freeser
D "nahhh yang kayak gini nih, enak, blue icenya kecil, muat kalo ditaruh cooler bag. beli dimana Ving?"
saya "oohh ini, beli di ACE HARDWARE"
D "berapa harganya?"
saya "yang kecil kayak gini sekitar 17.500. yang besar aku juga ada 35ribuan deh kayaknya"
D "oohh"
A "kapan kesana lagi? nitippp donkkkk"
saya "&^%^$#saya "&^%^$#$&*()*)()*&"
amp;*()*)()*&"
A "kalo kesana lagi bilang-bilang, biar bisa nitip"
/*Astaghfirullah ya Alloh, ampuni Baim ya Allohhhhhh.......eh ampuni Viving ya Allohhh


Nahhh kalo kejadian yang ini baruuuu saja terjadi pas meres tadi, Selasa, 21 September 2010 jam 10
A "Ving, yang beli tepung gasol itu di mana?"
saya "oohh lupa, gugling aja banyak. aku belinya juga ganti-ganti kok, gak disitu aja, asal gugling aja"
A "hhmm...nitip donk, jadi nanti aku transfer uang ke viving, viving yang beliin, kan viving dah tau belinya dimana, cara belinya gimana"

/* ya Tuhannnnn apa salah sayaaaa....sampai Engkau pertemukan saya dengan makhlukMu yang jenis beginian huksss T.T

saya "gugling aja banyak kok"
A "tapi kan viving yang tau caranya"
saya "gugling aja banyak kok, kalo dah nemu, kirim imel/sms, abis itu transfer uang, kirim konfirmasi kalo kita dah bayar, ntar dikirim deh barangnya"

/*hiksss....tak sabar2noooooo

Abis merah ASI saya sengaja rebahan, karena puasa syawal jadi abis merah agak kliyengan

A"viving masih lama gak tidur-tidurannya?"
saya "iyha masih kliyengan nihh. kenapa"
A "mo nitip naruh asi di kulkas, kalo lama ya udah aku bawa sendiri deh"
saya "zzzz zzzzzz zzzzzzzz" --> mendadak saya jadi ngantuk

/*Maaf kalo ada yang tersinggung, tapi kalo ada yang merasa trus berusaha memperbaiki diri yha Alhamdulillah, saya merasa bahagia. Kalo bisa sih usaha dulu yha, jangan asal nodong temen, kasian tauk temennya, kan urusannya gak ngurusin situ aja ^_^


Mumpung masih bulan Syawal nih
Mohon Maaf Lahir dan Batin yhaaaa ^__^


_D Building 2nd floor, DM , 21092010_